Air Bersih, Guru, Talut Pantai dan Dermaga Mangkrak Jadi Isu Strategis


NABIRE - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah (DPRP-PT) Katherin Maruanaya, Kamis (27/11/25) melakukan Reses DPRP-PT Masa Sidang Ke – III Tahun 2025 di Kampung Mambor, Distrik Moora Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. kedatangan anggota DPRP-PT Katherin Maruanaya disambut hangat oleh warga masyarakat Kampung Mambor, suasana hangat dan penuh kekeluargaan membuat penyerapan aspirasi dari warga Kampung Mambor menjadi warna tersendiri. 

Katherin Maruanaya, dalam sambutannya mengatakan, Reses DPRP-PT Masa Sidang Ke – III Tahun 2025 adalah, untuk memastikan bahwa aspirasi masyarakat dapat diakomodasi dalam kebijakan dan program kerja pemerintah daerah. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komunikasi dua arah antara masyarakat dan wakil rakyat. Sehingga, masukan dan saran dari warga Kampung Mambor sangat membantu Legislatif dalam menyusun Pokok-pokok pikiran DPR Papua Tengah, untuk dibahas dalam Sidang-sidang DPRP-PT sebagai bentuk representative DPRP.

“Saya sangat senang sekali, karena apa yang menjadi harapan masyarakat di tingkat Kampung bisa diakomodir oleh DPR, baik Kabupaten maupun Provinsi. Terima kasih sudah menyambut kami dengan luar biasa. Mungkin ada hal-hal yang terkait dengan pembangunan, pendidikan, kesehatan dan juga perekonomian masyarakat,saya tidak bisa melangkah dari DPR Kabupaten, tetapi apa yang menjadi kewajiban DPR Provinsi, kami akan menindak lanjuti hal tersebut,”ungkapnya. 

Bamuskam Mambor Derek Aritahanu mengatakan, bahwa Kampung Mambor sangat membutuhkan perhatian Pemerintah, baik Kabupaten maupun Provinsi. Terutama dari segi Pendidikan, Mambor masih membutuhkan Guru atau tenaga pendidikan, yang selama ini tidak berjalan maksimal. Selain itu, masalah Air Bersih di Kampung Mambor, karena selama ini air bersih di Kampung Mambor sangat sulit didapat oleh Warga masyarakat, dan juga pembuatan talut pantai untuk mencegah abrasi pantai. Dan juga proses pembangunan dermaga Pelabuhan Mambor yang terbengkalai dan mangkrak. 

“Jadi kami butuh Guru, guru ini tidak ada, kasihan anak-anak kami disini. Dan kalau bisa mungkin dari yayasan, supaya mereka betah di Kampung. Juga masalah air bersih, kami disini susah air bersih. Kalau bisa dari ESDM Provinsi Papua Tengah bisa bantu kami untuk pembuatan sumur air bersih,”ungkapnya. 

Sementara itu, salah satu warga masyarakat Kampung Mambor Maklon Manuaron, juga memberikan aspirasi kepada anggota DPR Papua Tengah untuk melakukan pengawasan terhadap sejumlah instansi di wilayah Kabupaten maupun Provinsi dalam hal pemberian bantuan dari pemerintah kepada warga masyarakat, agar tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran. 

“DPR Provinsi Papua Tengah harus melakukan pengawasan kepada sejumlah instansi dalam hal pemberian bantuan untuk masyarakat. Terutama bidang perikanan, perikanan itu sering memberikan bantuan perahu atau motor tempel kepada masyarakat, tetapi yang dapat itu bisa doble, kemarin dia sudah dapat sekarang dia dapat lagi, jadi ini tidak adil. Sehingga ini kedepan harus diawasi dengan baik, supaya pembagiannya merata dan adil,”ujar, Manuaron. 

Setelah mendengar aspirasi msyarakat Kampung Mambor, anggota DPR Papua Tengah Katherin Maruanaya juga memberikan sumbangan untuk pembangunan menara gedung gereja GKI Betel Mambor. Sekaligus akan membawa sejumlah aspirasi masyarakat Kampung Mambor untuk ditindak lanjuti ke DPR Provinsi Papua Tengah, tetapi juga akan diserahkan kepada DPRK Nabire sebagai wakil rakyat Kabupaten Nabire, untuk bersama-sama kolaborasi membangun Kampung Mambor. (cad)