NABIRE - Dalam diskusi yang dilakukan dalam hari HIV/AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan di Taman Gizi dan narasumber yang berada dalam diskusi tersebut pihak KPA Kabupaten Nabire dan KPA Provinsi Papua Tengah serta Kepala Seksi Promosi Kesehatan, Bidang Kesehatan dan Pengendalian Penyakit.

Dikatakan Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nabire, Paula Pakage, dalam diskusi kesehatan tentang HIV/AIDS, Sabtu (31/11/2024) di Taman Gizi. "KPA Kabupaten Nabire ingin berfokus pada generasi muda, karena yang paling beresiko ada tiga kelompok. Generasi muda, kedua keluarga yang dalam permasalahan, ketiga anak-anak muda yang terlantar di jalan," ujarnya.

Dirinya menambahkan, KPA juga akan berfokus kepada perekrutan relawan-relawan KPA, dan langsung turun di titik-titik yang menjadi target sasaran dari pada tindakan HIV/AIDS ini.

KPA Kabupaten Nabire juga telah melakukan langkah-langkah untuk menangani persoalan kasus HIV/AIDS yang ada di Kabupaten Nabire, langkah yang dilakukan ialah mengunjungi pemukiman warga serta di sekolah sudah didatangi, termasuk kampus yang sudah didatangi dan kedepan untuk menjangkau itu semua.

"Akan langsung melibatkan generasi muda di setiap kelurahan kampung, supaya mereka memahami dan program HIV/AIDS, agar bisa diobati dan ditemukan dan itu target kedepan, namun belum maksimal," pungkasnya.

Di sisi lain, Ketua KPA Provinsi Papua Tengah, Yerison Tebai, dalam diskusi tersebut mengatakan, gambaran umum tentang kasus HIV di Papua Tengah dari data yang ada bersumber dari Dinas Kesehatan Provinsi, Papua Tengah berada diurutan 3 dari seluruh Indonesia.

"Papua Tengah untuk angka yang sementara ini terlihat, yaitu sekitar 21.000 mendekati ke sana, itu artinya ini menjadi sebuah pukulan telak bagi pegiat-pegiat dari masalah besar yang saat ini ada," ujarnya.

Ditambahkan, sudah melakukan pendekatan-pendekatan sektoral kepada pihak-pihak dengan keterbatasan yang ada dan juga gubernur memberikan beban kepada KPA Papua Tengah untuk membentuk KPA di 8 kabupaten.

"Bagaimana selaraskan pekerjaan ini, tidak bisa kami sendiri karena di tingkat lapangan itu ada komisi, KPAD yang ada di daerah-daerah dan kami berpikir untuk menggagas, berperan dan berkolaborasi, agar menekan angka yang ada," ucapnya.

Dari kepala seksi promosi kesehatan, bidang kesehatan dan pengendalian penyakit, Bernadeta Bunapa, sudah melakukan sosialisasi dan kampanye kepada masyarakat melalui media, akan tetapi dengan berjalannya kinerja yang baru berapa bulan saja setelah dilantik, jadi dirinya mengatakan belum bekerja secara maksimal dan mempunyai banyak kendala di program ini, mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasarana dan kemudian fasilitas lainnya.

"Ini menjadi momen, dengan pertemuan ini kepala OPD maupun perwakilan dari gubernur yang sudah hadir di sini agar bisa langsung mengetahui persoalan atau masalah yang kami punya, sehingga ini bisa menjadi catatan para pimpinan daerah untuk bisa membantu kami," ujarnya.(edi)