NABIRE – Kepala Distrik (Kadistrik) Sukikai Selatan (Suksel) Kabupaten Dogiyai, Kristianus Tagi bersama staf menata kompleks kantor distrik, barak pegawai dan rumah jabatan sebagai kompleks yang ‘cantik’ di belantara dataran Selatan Papua. Sebab, selama ini ada kantor distrik, barak pegawai dan rumah jabatan tetapi tidak tertata baik sebagai kompleks pemerintahan distrik. Kadistrik Suksel, Kristianus Tagi di Nabire, Rabu (15/11) mengatakan selama sebulan lebih bersama staf telah berhasil menyelesaikan pembersihan halaman kantor, rumah jabatan dan barak pegawai dengan membabat rumput, dan menebang kayu seluas 200x200 meter dari 350x300 meter yang dilepas masyarakat untuk pembangunan kompleks Distrik Sukikai Selatan, saat pemekaran, satu dasawarsa lalu. Dari luas areal yang dilepas masyarakat, kini hanya tersisa lahan seluas 100 x 150 meter belum dibersihkan. Menurut Tagi, bersama staf distrik, mereka membabat rumput dan memotong kayu yang bisa ditebang dengan parang. Sedangkan kayu besar yang seharusnya bisa ditebang dengan sansaw, mereka tebang dengan kapak setelah membuat tangga keliling pohon untuk tempat berdiri penebang. “Sebetulnya, ada 3 drum bensin tetapi saya sisihkan untuk sansaw papan dan balok untuk pagar keliling kompleks kantor, rumah jabatan, barak pegawai, dan penambahan dapur di barak pegawai dan rumah jabatan,” jelasnya. Selama sebulan lebih, selain membabat dan menebang pohon, kata Kadis Tagi, berhasil menyelesaikan juga pagar keliling kantor, barak pegawai dan rumah jabatan dengan pagar kayu besi setinggi 1,5 meter. “Untungnya, salah satu staf Distrik Sukikai Selatan, sebelum operator sehingga papan dan balok yang kami butuhkan tidak perlu tenaga operator lagi,” tuturnya bangga. Kadis Suksel menambahkan, lahan sisa yang belum diselesaikan lali, sementara ini tengah diselesaikan oleh staf. Selama pembersihan lahan, dua staf diantaranya digilir untuk piket di kantor supaya pelayanan kepada masyarakat di kantor tidak terganggu. Putera asli Sukikai Selatan ini, tengah berjuang untuk menata distrik yang selama ini terbelakang di belantara dataran selatan ini berkembang seperti distrik lainnya. Karena, selain berada di hamparan belantara, daerahnya sangat terisolir dan terisolasi dengan pihak luar, kecuali melalui pesawat udara yang biayanya sangat mahal. Salah satunya dengan mengajak stafnya betah di tempat tugas, menata kantor sebagai kompleks kantor pemerintahan dan mengajak masyarakat mandiri lewat usaha-usaha ekonomi produktif. (ans)