NABIRE - Kadistrik Sukikai Selatan (Suksel), Kristianus Tagi, S.IP  mengapresiasi kegiatan RPJM Kampung periode 2022-2027 mengkaji atau mendata masalah-masalah mulai dari bawah yakni masalah kampung, dusun dan RT. Demikian disampaikan Kristianus Tagi S.IP, Senin (22/11/21) malam di kediamannya di Nabire.

Dikatakan Kristianus Tagi, kegiatan ini sangat penting sehingga pertama pada hari Selasa (16/11/21) di Kampung Unito Distrik Sukikai Selatan dirinya bersama koordinator pendamping distrik, David Iyai, serta empat Kakam yakin Kampung Unito, Agnes Tagi, Kampung Sukikai, Yulianus Minai, Kampung Iyaro, Mekianus Nokuwo dan Kampung Wigoumakida, Elias Gabou bersama masyarakat empat kampung gelar rapat koordinasi tentang pelaksanaan Musrenbang RPJM kampung 2022- 2027 dalam rangka mengkaji data masalah-masalah yang ada di kampung, dusun dan RT.

“Kami mengkaji atau mendata bersama dengan masyarakat dalam hal pembangunan kampung yang selama ini masyarakat butuhkan. Agar nantinya penentu pemangunan kampung, dusun dan RT disana di wilayah di Distrik Sukikai Selatan memang ini sangat penting. Sehingga saya bersama koordinator pendamping distrik, kepala kampung dan masyarakat yang ada di Distrik Sukikai Selatan kegiatan Musrenbang RPJM kampung 2022-2027 selama enam tahun yang dilaksanakan Muserbang hari Sabtu lalu,” paparnya.

Kata Kristianus Tagi, masalah-masalah yang ada di sana dari kampung, dusun dan RT berawal dari bawah. Setelah masalah-masalah ini diangkat itu sama saja diartikan sebagai kita pasien dan dokter mereka akan diperiksa lalu sesuai dengan penderitaan sakit dokter mereka kasih obat dengan resepnya hingga sakit kita bisa sembuh cepat.

Kata dia, masalah-masalah yang ada di kampung itu perlu diangkat dan kerja selama enam tahun. Jadi pada tahapan itu, kita pengkajian data turun langsung ke kampong. Setelah kajian data kemudian itu kita telaah penetapan pada saat Muserbang yang dilaksanakan kemarin lalu.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada pihak yang telah mendampingi pihaknya dan kerja sama yang baik selama seminggu di Sukikai Selatan bagi masyarakat empat kampung, dusun dan RT untuk pengkajian masalah dari dusun empat kampung kampung.

Katanya, aspirasi masyarakat, dusun dan RT diajukan ke Kakam lalu Kakam mengajukan ke Kadistrik yang akan mengetahuinya. Karena Muserbang ini pihaknya akan masukan tunjungan dan operasional maka diharapkan empat Kakam,B amuskam, RT dan masyarakat bukan tinggal di Nabire dan Dogiyai tapi kembali ke kampung, dusun dan RT masing-masing. Jaga kampung ketika dana turun dia sebagai pelaksana pembangungan atau penanggung jawab pembangunan Kakam, RT dan Bamuskam itu yang atur dengan masyarakat.

“Siapapun yang tidak bertanggung jawab terhadap kegiatan, saya bersama empat Kakam kami sudah sepakat disitulah akan kelihatan. Maka kita akan lihat ada kelompok yang berpikir bahwa kalau ada dana itu kami siap kerja bangun kampung dan ada kelompok kedua adalah walaupun ada dana kita bagi-bagi saja untuk apa bangun kampung berpikir kelompok itu juga ada sehingga kampung, dusun dan RT kalian boleh-boleh saja dan begitu ketika dana ada lalu tidak bangun kampung, dusun dan RT sekali lagi saya bersama empat Kakam kami sudah sepakat siapapun yang tidak bertanggung jawab nantinya kami akan coret di wilayah Distrik Sukikai Selatan,” ujarnya. (modes)