Intan Jaya Kucurkan 10 Miliar Perangi Corona
Sugapa – Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si mengatakan, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya mengucurkan dana Rp. 10 miliar untuk
Bagikan
Sugapa – Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si mengatakan, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya mengucurkan dana Rp. 10 miliar untuk merawat pasien sekaligus memerangi penyebaran virus corona jenis baru yang dikenal dengan nama COVID-19. “Pemerintah daerah sudah ambil langkah, sudah dikucurkan anggaran sebesar Rp. 10 miliar, dimana dana itu disalurkan ke beberapa tempat, antara lain ke rumah sakit rujukan di Nabire, tim kesehatan dari teknis yang lain, ke tim keamanan TNI/Polri, dan sebagainya,” ujar Bupati Natalis Tabuni, Rabu (8/4) kemarin. Bupati yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid 19 di Kabupaten Intan Jaya menjelaskan, dana Rp. 10 miliar itu didapat setelah pihaknya memangkas anggaran di beberapa sektor. Dana itu, kata bupati, juga digunakan untuk membangun ruang isolasi di Intan Jaya. “Ada 3 ruang isolasi di Kabupaten Intanj Jaya yang digunakan sementara untuk pasien transit sebelum dibawa ke Nabire,” katanya. Anggaran itu, menurut bupati, dalam waktu dekat akan dikucurkan, khususnya ke rumah sakit rujukan, nilainya sebesar Rp. 1 miliar. “Dalam waktu dekat sudah diputuskan, diperkuat dengan surat hibah, angkanya sudah pasti Rp. 1 miliar,” tuturnya. Pembatasan Akses Transportasi ke Intan Jaya Masuki Hari ke-14 Untuk mencegah penyebaran pendemi Corona Virus Disease atau Covid-19, Pemkab Intan Jaya, menunda sejumlah agenda pemerintahan dan membatasi akses transportasi, terutama dari Nabire ke Intan Jaya. “Dari Timika kita sudah tutup total akses cargo dan penumpang sejak 26 Maret silam. Ini sudah kesepakatan bersama warga dan gereja,” ujar Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si, Rabu (8/4). Sampai berita ini diturunkan, terhitung sudah 14 hari akses ditutup. Namun Bupati menjelaskan, meski akses cargo ditutup, pasokan pangan dan obat-obatan untuk masyarakat dipastikan tetap lancar. “Karena pasokan logistik tetap bisa masuk, demikian juga dengan tenaga medis dan obat. Bahkan pejabat pemerintahan daerah pun yang benar-benar memiliki keperluan sangat penting tetap bisa keluar masuk, hal ini mengingat pembangunan tetap harus berjalan,” katanya. Para bupati di wilayah adat Meepago meliputi Kabupaten Dogiyai, Deiyai, Nabire, Intan Jaya, Paniai dan Mimika, kata Bupati, juga sudah sepakat mengucurkan dana untuk rumah sakit rujukan di Nabire, yaitu RSUD Nabire. (ist)
Bagikan artikel ini


