NABIRE - Aksi saling serang masa pendukung kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati di kabupaten Puncak Jaya, provinsi Papua Tengah tak kunjung usai sejak tanggal 27 November 2024 hingga kini. Kendati baru empat hari sejak berkantor, Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa merespon cepat kondisi dan situasi yang terjadi tiga bulan lebih lamanya di Puncak Jaya.

Di ruang kerjanya, Senin (10/3/25) siang, Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa sukses melaksanakan mediasi kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati. Setelah sebelumnya tertunda lantaran pasangan calon nomor urut 02 tak penuhi undangan gubernur, Sabtu (8/3/25) pekan kemarin. 

Upaya mediasi tersebut, Gubernur Meki mengatakan, langkah ini dilakukan pemerintah provinsi untuk menyelesaikan konflik di Puncak Jaya agar situasinya pulih kembali seperti sedia kala.

“Kemarin sempat tertunda pertemuan karena salah satu pasangan calonnya tidak datang. Tetapi puji Tuhan hari ini (Senin, 10 Maret 2025) kedua Paslon hadir ikut pertamuan,” tutur Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa, kepada awak media usai gelar mediasi di Kantor Gubernur, Senin (10/3/25).

Kedua Paslon yang hadir dalam mediasi tersebut masing-masing calon wakil bupati paslon nomor urut 01 dan calon bupati nomor urut 02. Sedangkan yang tidak hadir dari masing-masing Paslon, Gubernur Meki mengaku, pihaknya telah menghubungi melalui zoom dan atau video call.

“Yang tidak datang kita melakukannya dengan zoom, video call,” akunya.

Dalam mediasi tersebut, Gubernur Meki mengaku, kedua pihak bersama pemerintah provinsi telah sepakat untuk hentikan perang (konflik) di Kabupaten Puncak Jaya.

“Kita sudah sepakat untuk memberhentikan perang di Puncak Jaya,” ujar Gubernur Meki.

Kesepakatan tersebut, dikatakan Meki, telah tertuang dalam surat pernyataan bermeterai 10.000 yang dibubuhi tandatangan para pihak.

“Sudah dalam kesepakatan bermeterai 10.000, pasangan nomor urut 01 dan nomor urut 02 sudah tandatangan, DPR Provinsi sebagai saksi juga sudah tandatangan dan kami gubernur dan wakil gubernur juga sudah,” jelas Meki. 

Tak sebatas mediasi, kata Gubernur Meki, dirinya akan terbang ke Puncak Jaya bertemu dengan masyarakat. Sekaligus mengembalikan warga yang telah mengungsi sejak konflik picah di antero Puncak Jaya.

“Besok (Selasa) saya akan ke Puncak Jaya ketemu langsung dengan masyarakat, ada yang di pengungsian kita kembalikan untuk kita bicara baik-baik dan kita sambil tunggu tanggal 12 nanti. Puji Tuhan hari ini selesai,” pungkas Meki.

Untuk diketahui, dalam mediasi tersebut turut dihadiri Ketua DPR Papua Tengah bersama sejumlah anggota DPR Papua Tengah Dapil Puncak Jaya.

Pantauan Papuapos Nabire suasana pertemuan dalam rangka penyelesaian konflik di Puncak Jaya dipimpin langsung Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa dihadiri kedua belah pihak yang bertikai dan Ketua DPRP Papua Tengah, Wakil Ketua I, Wakil Ketua II DPR Papua Tengah dan anggota DPRP Papua Tengah lainnya dan Staf Ahli Gubernur Papua Tengah ini berlangsung aman hingga selesai. (you/rob)