NABIRE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire meminta kepada pemerintah eksekutif agar memperjelas nasib dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPK) di daerah ini. Komisi B DPRD Nabire saat diskusi antara gabungan Komisi dengan eksekutif saat Sidang Paripurna dalam rangka membahas APBD Perubahan Kabupaten Nabire tahun 2022, pekan lalu, meminta pemerintah agar memperjelas pengangkatan tenaga PPK karena nasib mereka terkatung-katung sehingga jelas nasib tenaga PPPK ini seperti apa.

Anggota Komisi B, Musa Malisa mencontoh, sejak tenaga honorer guru dinyatakan lulus mereka tidak menerima lagi honor. Mereka mau makan dengan apa selama ini. Kalau bujang tidak apa tetapi kalau sudah berkeluarga, mau makan apa selama ini, sejak honornya dihentikan.

Komisi B DPRD Nabire mempertanyakan nasib tenaga honorer yang diterima sebagai tenaga PPPK, karena beberapa tenaga honorer mengadukan nasib ke DPRD Nabire melalui Komisi B.

Ketua Komisi B, Hj Katherin Maruanaya saat diskusi dengan eksekutif mengungkap, Komisi B menerima pengaduan dari beberapa tenaga honorer yang masuk kategori PPPK yang selama ini belum mendapatkan SK pengangkatan mereka. Oleh sebab itu, Komisi B mempertanyakan prosesnya sampai di mana dengan nasih tenaga honore yang masuk kategori PPPK ini. 

Komisi B meminta penjelasan ksekutif, apakah pengangkatan bagi tenaga PPPK ini oleh pemerintah daerah atau pemerintah pusat. Karena, tenaga PPPK ini mempertanyakan pengangkatan mereka. Sebab sejak diterima sebagai tenaga PPPK tidak lagi menerima honorer.

Pelaksana tugas (PLT) Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Reformasi Birokrasi (BKD-RB) Kabupaten Nabire, Yohanes Pigome menjelaskan daftar tenaga PPPK dari Kabupaten Nabire sudah ada di Bupati. Proses pengangkatan melalui Gubernur sehingga tenaga honorer yang sudah diterima dalam PPPK dari daerah ini akan diteruskan ke provinsi. Karena pengurusan tenaga PPPK melalui provinsi.

Dalam diskusi, DPRD Nabire saat itu meminta eksekutif agar memperhatikan proses pengangkatan tenaga PPPK di daerah ini sehingga menjadi jelas nasibnya. (ans)