NABIRE - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Nabire menggelar kegiatan fasilitasi penyusunan perencanaan pembangunan kampung berbasis data Indeks Desa tahun 2024. Sebanyak 24 dari 72 kampung di Kabupaten Nabire masih berstatus sangat tertinggal, sementara hanya satu kampung yang berstatus maju, untuk mempercepat peningkatan status kampung.

Kepala DPMK Kabupaten Nabire, Filemon Madai dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan di tingkat kampung. Dengan menggunakan data Indeks Desa, diharapkan perencanaan yang disusun dapat lebih terarah, tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing kampung.

“Data indeks desa menjadi acuan penting dalam menyusun perencanaan pembangunan kampung. Dengan data ini, kita dapat mengidentifikasi potensi dan permasalahan yang ada di setiap kampung, sehingga program dan kegiatan yang direncanakan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” ujar Filemon Madai di Aula Bappeda, Jum'at (31/01/2025). 

Dalam kegiatan ini, para peserta diberikan pemahaman mengenai konsep indeks desa dan cara menggunakannya dalam penyusunan perencanaan pembangunan. Selain itu, para peserta juga dibekali dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) yang berkualitas.

Yan Maruanaya yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini menyampaikan, penyusunan perencanaan pembangunan kampung harus melibatkan seluruh elemen masyarakat. Partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk memastikan bahwa rencana yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

“Perencanaan pembangunan kampung harus menjadi milik bersama. Dengan melibatkan masyarakat sejak awal, kita dapat memastikan bahwa program dan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Yan Maruanaya. 

Selain itu, sambutan Bupati Nabire, Mesak Magai yang diwakili Sekda Kabupaten Nabire, Pieter Erari sekaligus membuka kegiatan ini, berharap dapat meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan di tingkat kampung dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, pemerintah kampung dapat menyusun perencanaan pembangunan yang lebih baik dan lebih terarah. Dengan demikian, pembangunan di tingkat kampung dapat berjalan lebih efektif dan efisien,” tutupnya.(sam)