Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Balai Besar TNTC Akan Bangun 3 Resort
NABIRE - Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih ingin membangun 3 resort dilengkapi sejumlah fasilitas untuk menambah kunjunga
Bagikan
NABIRE - Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih ingin membangun 3 resort dilengkapi sejumlah fasilitas untuk menambah
kunjungan para wisatawan ke kawasan tersebut. Hal itu diungkapkan Kepala Balai
Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC), Ir. Ben. G. Saroy. Dikatakan, ketiga lokasi tersebut adalah Sowa, Aisandami dan Purup Pulau Rumberpoon. Sowa sendiri
adalah tempat ekowisata ikan Hiu Paus di peraira Kwatisore, sedangkan Aisandami
dan Purup merupakan spot diving atau penyelaman yang terumbu karangnya tak
kalah menarik dengan Raja Ampat. “Rencana pembangunan resort di TNTC ini sudah diajukan ke Bappenas dan mendapat sambutan
positif. Bakal dibangun tahun 2019, dimulai dari Sowa. Diperkirakan total
anggaran yang dibutuhkan Rp74 miliar. Lokasi di Sowa akan dibangun lebih besar
dengan anggaran sekitar Rp 33 miliar sampai Rp 35 miliar,” ujarya. Penataan kawasan TNTC sebagai wilayah ekowisata untuk mendukung program pemerintah yang
menargetkan kunjungan wisata mencapai 20 juta orang per tahun. Sektor ini
diharapkan menjadi andalan dalam peningkatan devisa negara. Ben Saroy menuturkan, walau belum tertata namun kunjungan wisata di kawasan TNTC beberapa
tahun terakhir meningkat tajam. Sebagian besar wisatawan asing berkunjung di
Kwatisore melihat Hiu Paus yang ada setiap saat. Peningkatan kunjungan wisata ini dapat dilihat dari pendapatan PNBP (Penerimaan Negara
Bukan Pajak) yang meningkat pula. Tahun lalu, BBTNTC mendapatkan Rp 600 juta
dari wisatawan yang berkunjung di taman nasional ini. “Belum tertata dengan
baik saja kita sudah dapat PNBP sampai 600 juta,apalagi kalau sudah tersedia
resort dan fasilitas pendukung lainnya,”ujarnya. Dalam pengembangan ekowisata di TNTC ini,Ben Saroy meminta perhatian dari pemerintah
daerah, Pemkab Nabire dan Teluk Wondama.“Pemerintah pusat saja sudah memberikan
dukungan. Sehingga pemerintah daerah pun memberi perhatian yang sama. Ini juga
akan berdampak pada pembangunan di daerah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,”
tuturnya. TNTC merupakan kawasan nasional terluas di Indonesia. Kawasannya berada di wilayah Kabupaten
Nabire-Papua dan Teluk Wondama-Papua Barat. Sebagian besar wilayah perairan
1.305.500 hektar (89,8 persen) dan daratan 68.000 ha (10,2 persen).(ist)
Bagikan artikel ini



