NABIRE - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Nabire menyiapkan langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi dan penanganan kasus dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Kepala Seksi Perempuan dan Anak DP3A Kabupaten Nabire, Nurmawati, menyatakan pihaknya berencana meluncurkan platform digital terpadu, termasuk pembuatan akun media sosial seperti TikTok dan YouTube.

“Saya sudah koordinasi dengan ahli IT yang bisa membuatkan kita. Jadi, kita nanti akan membuat TikTok dan YouTube, setiap hal yang akan kita sampaikan ke masyarakat,” ujar Nurmawati saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, (13/8/2026).

Menurutnya, pemanfaatan media digital ini menjadi solusi atas keterbatasan waktu petugas untuk turun langsung ke lapangan secara masif guna memberikan informasi mengenai pencegahan kekerasan.

“Karena kalau untuk turun langsung waktu terbatas. Mungkin dengan link yang akan kita buat, ada percakapan, informasi-informasi tentang kekerasan pada anak. Anak dan perempuan karena memang mereka kaum rentan,” tambahnya.

Sebagai bagian dari inovasi tersebut, DP3A menargetkan peluncuran tautan khusus serta layanan hotline pengaduan pada tahun depan guna mempermudah masyarakat dalam memberikan laporan.

“Mudah-mudahan tahun depan kami sudah bisa buat link, sekaligus bikin hotline untuk laporan-laporan," jelasnya.

Nurmawati menegaskan, sistem penanganan ke depan akan bergeser menggunakan pola jemput bola dengan mendatangi langsung tempat kejadian perkara berdasarkan laporan yang masuk dari saksi mata. (sam)