DOGIYAI - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disprindagkop) Kabupaten Dogiyai, meminta kepada pemerintah pusat agar lebih segera merealisasikan permohanan dana yang sebelumnya. Pihaknya sudah mengajukan proposal ke pemerintah pusat untuk pembangunan kawasan Pasar Sentral sebagai pusat perdagangan bagi masyarakat di daerah itu.   Kepala Disperindagkop, Kabupaten Dogiyai, Andreas Gobay, Rabu (19/7), di Moanemani, mengatakan, untuk membangun pasar menjadi pasar rakyat modern diperlukan dana sangat besar hingga perlu bantuan pemerintah pusat. "Disperindagkop sudah mengajukan proposal tahun 2016 ke Kementerian Perdagangan RI untuk meminta bantuan pembenahan total pembagunan pasar. Namun, hingga saat ini belum ada realisasi, sebab itu kami meminta kepada pemerintah pusat agar segera realisasi dan jeli melihat persoalan ini," ujar Andi. Andi mengaku, Pasar Sentral baru yang telah pindahkan di Kali Tokapo Distrik Kamu merupakan pasar sangat strategis dan cocok untuk menjadi Pasar Sentral di wilayah kawasan Meepago. Sebab, pasar itu juga terlentak di tengah–tengah ibu kota Kabupaten Dogiyai.   “Sehingga mulai tahun 2017 nanti bisa dibenahi lagi,” katanya. Menurutnya, selama ini dibawah kepempinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sangat memperhatikan keberadaan pasar tradisional atau pasar rakyat. “Jadi, di Dogiyai juga butuh perhatian serius dari pemerintah pusat, dalam hal ini pembebasan lahan dan bangunan di sekitar pasar itu. Selama ini, pihaknya juga terus berupaya perluasan lahan pasar mama–mama," ujarnya. Sementara itu, di tempat yang terpisah, Yohanes Goo mengatakan, pemerintah Kabupaten Dogiyai sudah berkomitmen akan melakukan pembenahan pasar yang terletak di Tokapo Distrik Kamu. Sebab, keberadaan pasar itu adalah sangat tepat dan strategis bagi mama–mama Dogiyai.   "Kita harap tahun ini pembebasan lahan di wilayah pasar itu tidak gagal lagi. Sehingga kita minta dukungan semuanya, terutama warga sekitar pasar demi kemajuan pasar itu sendiri," ungkapnya. (gus)