Dinkes Papua Tengah Monitoring Program Promkes Germas
NABIRE – Dinas Kesehatan, Pengandalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Promosi Kesehatan, Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pengendalian Penyakit, melakukan monitoring program promosi kesehatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), aksi bergizi, gerakan ibu hamil. Hal ini dilakukan lantaran data di DOB yang berada di Papua update per tanggal 18 September 2024, hasilnya 0.

NABIRE – Dinas Kesehatan, Pengandalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Promosi Kesehatan, Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pengendalian Penyakit, melakukan monitoring program promosi kesehatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), aksi bergizi, gerakan ibu hamil. Hal ini dilakukan lantaran data di DOB yang berada di Papua update per tanggal 18 September 2024, hasilnya 0.
“Sehingga itu kita mengambil langkah untuk melaksanakan monitoring, dan untuk mengecek sejauh mana program promosi kesehatan sudah dilaksanakan,” kata Kepala Seksi Promosi Kesehatan, Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pengendalian Penyakit, Bernadeta Bunapa, di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Jumat (27/09/2024).
Dikatakan Bernadeta Bunapa, tujuan kegiatan ini untuk membenahi masalah yang terjadi, soal sistem pelaporan. Pihaknya mau memperbaiki, sehingga datang dan bertemu dengan kepala seksinya. Dengan mempertanyakan permasalahan apa yang sedang Dinkes Nabire hadapi.

"Kegiatan mereka sudah laksanakan, hanya mereka belum laporkan di dalam aplikasinya. Sudah mengarahkan ke mereka agar segera diinput di dalam aplikasi, sehingga hasil dari pada kinerja, Kabupaten Nabire bisa ada," ujarnya.
Kegiatan ini akan berlanjut ketujuh kabupaten lainnya. Diharapkan agar bisa membenahi sistem pelaporan secara baik dan sesuai dengan harapan provinsi dan kabupaten.
Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, melalui Kepala Seksi Promosi Kesehatan, Budianto mengatakan, dua kegiatan yang dilaksanakan. Ibu hamil sehat dan aksi gizi sudah dilaksanakan dan sementara masih dilakukan penginputan data dan tidak ada kendala di lapangan.
”Nanti kalu datanya sudah diinput, lalu dikirim dulu ke aplikasi Dinkes provinsi dan pusat,” tuturnya. (edi)
Bagikan artikel ini



