NABIRE - Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire mencatat adanya tren pertumbuhan yang sangat positif pada sektor pelaku usaha besi tua (Bestu) di wilayah ini dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan grafik data monitoring yang dihimpun oleh dinas terkait, grafik jumlah pelaku usaha komoditas ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Fenomena ini mengindikasikan bahwa bisnis pengumpulan Bestu di Nabire kian menjanjikan dan menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal yang potensial.

Pihak dinas terus melakukan pengawasan secara berkala guna memastikan seluruh aktivitas usaha ini terdata dengan akurat. Langkah pemantauan lapangan dinilai sangat krusial mengingat tingginya mobilitas pengiriman material besi tua keluar daerah serta fluktuasi operasional para pelaku usaha yang dinamis. Dari basis data tersebut, pemerintah daerah berharap dapat merumuskan kebijakan pembinaan yang tepat sasaran bagi para pengusaha sektor informal maupun formal ini.

Pertumbuhan yang tercatat pada grafik dinas tidak hanya dipicu oleh munculnya pelaku usaha baru, melainkan juga dipengaruhi oleh bertahannya para pelaku usaha lama yang sempat dinilai pasif. Tingginya permintaan pasar terhadap material besi bekas untuk kebutuhan industri peleburan di luar Papua disinyalir menjadi stimulus utama yang membuat roda bisnis ini kembali berputar kencang di Nabire.

Dinas perindustrian juga berkomitmen untuk mempermudah koordinasi serta memberikan arahan terkait standardisasi lingkungan dan tata ruang bagi para pengepul. 

Upaya ini dilakukan agar lompatan kuantitas pelaku usaha Bestu yang tergambar dalam grafik dua tahun terakhir ini dapat berjalan selaras dengan regulasi daerah, serta tidak menimbulkan dampak sosial maupun lingkungan di sekitar lokasi penampungan.

Kepala Bidang Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut (ILMEA) Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, Jenie Kawer, S.T., M.M., membenarkan adanya dinamika lapangan yang luar biasa dari hasil evaluasi internal mereka. 

“Dari hasil monitoring tahun lalu ada usaha Bestu yang katanya sudah tutup tapi ternyata masih jalankan usahanya justru malah lebih lancar dari sebelumnya,” tutup Jenie saat ditemui Papuapos Nabire di ruang kerjanya, Senin (8/06/2026). (sam)