DKPN Gelar GPM Tekan Inflasi dan Peringati HUT ke-81 RI

NABIRE - Dinas Ketahanan Pangan Nabire (DKPN) melalui Pemerintah Kabupaten Nabire menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) guna melakukan stabilisasi pasokan dan harga pangan sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dasar pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang mengamanatkan negara dan pemerintah untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan serta pemanfaatan pangan bagi masyarakat.
“Dasar pelaksanaan kegiatan GPM ini adalah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang mengamanatkan negara, pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga Pemkab Nabire untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan serta pemanfaatan pangan bagi masyarakat,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, SP., M.Si.
Dasar hukum berikutnya mencakup Surat Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional tentang pelaksanaan GPM dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI, Surat Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire tentang panitia pelaksana GPM Tahun 2026, serta dokumen pelaksanaan anggaran DKPN Nabire.
Dalam pelaksanaan GPM kali ini, pihak dinas melibatkan sekitar sebelas distributor pangan, Perum Bulog selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan serta empat kelompok tani binaan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire.
Komoditas yang dijual difokuskan pada bahan pokok strategis yang mengalami kenaikan harga di pasaran, seperti beras premium yang biasanya dijual Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram dan disubsidi sebesar Rp2.000 menjadi Rp16.000 per kilogram melalui GPM.
Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Bupati Nabire atas dukungan dana yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) untuk mengendalikan inflasi dan memberikan subsidi harga pangan pokok tertentu.
“Kami berterima kasih kepada bupati karena memberikan bantuan dana lewat DBH bagi kami sehingga salah satu yang menjadi instruksi untuk pengendalian inflasi di Kabupaten Nabire itu adalah dana subsidi,” ungkapnya.
DKPN Nabire juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para distributor yang telah bekerja sama menyediakan kebutuhan pangan masyarakat serta mengumumkan rencana pengadaan kendaraan operasional roda empat khusus GPM pada bulan depan untuk menjangkau daerah 3T.
“Terima kasih, mobilnya mungkin bulan depan. Dan itu hadiah di bulan Agustus untuk Dinas Ketahanan Pangan. Terima kasih, bapak bupati," tuturnya penuh antusias.
Dengan adanya kendaraan operasional tersebut, pelayanan pangan murah diharapkan mampu menjangkau hingga ke pelosok daerah demi menjaga keamanan dan ketersediaan pangan di Kabupaten Nabire.
“Kami sampaikan pada kesempatan ini berkaitan dengan penyelenggaraan pangan murah di pagi hari ini dengan memohon kepada bupati kesediaan untuk memberikan sambutan, sekaligus membuka kegiatan GPM yang kita laksanakan,” tutup Yasor Victor Sawo dalam sambutannya di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Rabu (12/8/2026).
Menanggapi hal tersebut, Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos., M.Si., memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan GPM dengan mengucap syukur atas terselenggaranya acara dalam keadaan sehat wal’afiat.
“Pada hari ini kita ada di tempat ini dengan penuh sukacita menghadiri acara gerakan pangan murah dalam rangka stabilisasi pasokan harga pangan di Kabupaten Nabire dalam keadaan sehat dan walafiat,” ucap Mesak.
Bupati menekankan pentingnya memaksimalkan potensi daerah yang luar biasa, mulai dari laut, kepulauan, perkotaan hingga pegunungan, guna menerjemahkan arahan Presiden Republik Indonesia agar tidak bergantung pada produk luar dan mengandalkan produksi lokal.
“Oleh sebab itu, saya menyampaikan terima kasih karena dalam bulan ini berturut-turut ketahanan pangan ini mengundang kita sekalian, ada dua agenda besar. Yaitu pertama, kita panen raya padi di SP1 itu atas binaan Dinas Ketahanan Pangan. Para petani orang asli Papua,” lanjutnya.
Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Ketahanan Pangan yang tidak hanya menggalakkan gerakan pangan dan pemberdayaan OAP, tetapi juga konsisten membina petani menanam bahan makanan pokok lokal seperti sagu, ubi dan singkong.
“Arahan presiden bagi kita semua, bahwa kita jangan ketergantungan dengan barang dari luar. Ketika dalam keadaan negara ini dalam keadaan darurat, kita tidak bisa goyang kalau kita kuat dengan ketahanan pangan lokal,” pungkas Bupati Nabire. (sam)
Bagikan artikel ini



