NABIRE - Caleg Dapil III Kabupaten Dogiyai DARI Partai Gelindra Nomor urut 4, Yulianus Kegiye dan Caleg Partai Demokrat Nomor urut 5, Ibna Kahe  menilai Pemilu Legislatif (Pileg) di Dapil III Kabupaten Dogiyai yang meliputi Distrik Sukikai Selatan, Piyaiye, dan Mapia Barat tidak sesuai aturan dan tidak sesuai keinginan masyarakat. Dikatakan Yulianus dan Ibna, Senin, (27/4), masyarakat yang memilih hak untuk memilih datang ke TPS dan memberikan suaranya pada tanggal 9 April 2014, sampai saat ini bermasalah. Karena ada oknum tertentu mengalihkan suara masyarakat ke partai yang terdekat, sehingga masyarakat kecewa. Pada hal masyarakat mempunyai hak untuk memilih dalam Pileg yang adil, jujur dan rahasia.“Beberapa masalah terjadi di lapangan selama pemilihan. Ada beberapa masalah yang disoalkan dalam masyarakat kampung Dapil III Sukikai, Piyaiye, dan Mapia Barat terjadi masalah partaiisme, daerahlisme, margailisme, orang yang berpendidikan mengajak dengan bahasa yang manis setiap TPS di Kampung, maka masyarakat tidak untuk memilih. Yang ketiga politik Caleg yang terdekat bermain dengan Ketua TPS, KPPS PPD dan Panwas bermain dengan harta kekayaan,” tuturnya.Tak hanya itu, diduga ada oknum tertentu yang memihak Caleg DPRD tertentu. Padahal mereka seharusnya netral. Masalah lainnya, lanjut Yulianus Kegiye dan Ibna Kahe, PPS, TPS, KPPS Ketua PPD dan Panwas diduga menjadi jaringan kepentingan selama pemilihan. Setiap TPS hitung suara dengan tertutup langsung bahwa ke PPD, sampai PPD juga belum pleno langsung bahwa ke KPU.Caleg yang kecewa melihat kepentingan tertentu bermain. Lanjutnya, beberapa masalah terjadi dengan rekapan pasti masyarakat korban karena banyak yang terjadi manipulasi rekapan suara rakyat PPD diduga memihak kepada Caleg DPRD dan pleno PPD tidak pernah dihitung suara di tingkat PPD. Apa lagi bagi kedua Caleg ini, tidak tahu sama sekali sampai saat ini.“Dari kampung yang memberikan suara untuk kami berdua sampai saat ini tidak tahu suara jumlah keseluruhan kami dapat pada Dapil III. Karena tidak pernah pleno di PPD, kami dua curiga bermain kepentingan atau belum sosialisasi dari KPU,” tambahnya.Dengan banyaknya permasalahan yang terjadi di tingkat PPD distrik, kedua Caleg ini menuntut untuk Dapil III dilakukan perhitungan ulang. Karena perhitungan yang digelar seselumnya tak sesuai dengan keinginan masyarakat. (modes)