Imbauan Hentikan Kebakaran di Lembah Kamuu

DOGIYAI – Belakangan ini banyak terjadi kebakaran hutan di sekitar Lembah Kamuu Moanemani, lantaran ada banyak tempat dibakar api dengan julukan Lembah Kamuu dibakar warga yang tidak bertanggung jawab terhadap alam semesta di Moanemani. Hal ini menyebabkan, Lembah Kamuu menjadi gelap campur awan dan asap api. Manusia penghuni sudah tidak bersahabat dengan alam semesta.
Menyikapi hal ini, Asisten III Setda Dogiyai, Wilem Tagi, mengimbau warga sekitar Lembah Kamuu untuk menghentikan kegiatan bakar-bakar hutan tersebut.
“Warga di Kamuu boleh mencari udang dan ikan di kali-kali, namun jangan bakar-bakar hutan,” kata Wilem Tagi, seperti diumumkan melalui mimbar Gereja Katolik Imagulata Moanemani.
Asisten III Setda Dogiyai, yang juga selaku Ketua Dewan Paroki Imagulata Moanemani menegaskan, warga boleh saja cari udang dan ikan di rawah di sekitar Kali Mawa dan Kali Tuka Moanemani.
“Tidak dibolehkan untuk membakar di sekitar lembah Kamu. Ketika seorang perokok sengaja membuang putung rokok yang masih menyalah, sehingga diimbau untuk menjaga alam semesta di sepanjang jalan penghubung Kabupaten Nabire dan Dogiyai,” harapnya.
Silas Bunai sebagai Kepala Dusun Diyaikunu Mapia, juga meminta dan mengharapkan warga tidak diperkenankan bakar sekitar pingkiran jalan. Rumput kering sepanjang jalan untuk tidak dibakar.
Dan warga diminta mencermati baik dampak yang akan terjadi pada perubahan suhu, termasuk perubahan keadaan cuaca. Dampak perilaku kehidupan manusia yang bertentangan dengan ajaran Tuhan sangat dilarang.
Warga Simapitowa Lembah Kamu dan Mapia (Kamapi) untuk memperhatikan hal ini, dan mencermati kemarau panjang yang kini terjadi saat ini. Katanya, belum lagi dampak kejahatan yang ditimbulkan oleh manusia. Sikap hidup yang bertentangan dengan ajaran agama.
Untuk itu, Silas mengajak warga Simapitowa menjaga lingkungan dan alam semesta dan dilarang melakukan perilaku hidup yang bertentangan dengan ajaran Tuhan.
“Kita bisa melihat sendiri, sungai–sungai besar sudah mulai kering. Kebanyakan mata air pun kering. Pasokan air bersih di Moanemani kurang, sementara pipa yang dipasang sebelumnya telah dirusak tangan nakal serta warga meningkatkan perilaku hidup ramah lingkungan,” pungkas Silas Bunai. (don)
Bagikan artikel ini



