NABIRE – Tidak sedikit mahasiswa maupun pelajar asal dari Papua yang kini sedang menimba ilmu di Jawa, berharap bisa pulang ke daerahnya masing-masing. Mereka berharap agar pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota bisa mengambil kebijaksanaan untuk menjawab keinginan para mahasiswa ini. Seperti dikatakan salah seorang mahasiswa S2 tugas belajar di salah satu sekolah tinggi di Yogyakarta, Herman Anouw, mengatakan, sejak diberlakukannya lockdown penerbangan ke Papua sampai tanggal 6 Mei 2020 mendatang, hampir seluruh mahasiswa/i maupun pelajar yang sedang menimba ilmu di Jawa itu sangat terkurung. Kata di, penyebaran virus corona di Jawa begitu cepat, sedangkan mahasiswa/i asal Papua itu ingin pulang ke Papua. “Mereka merasa bahwa mati terhormat ketika dilihat oleh keluarga dibandingkan tanpa dilihat oleh keluarga. Sehingga satu hal itu, lockdown yang dilakukan oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di Papua mungkin harus ada semacam pertimbangan khusus untuk mahasiswa Papua itu harus pulang. Jangan mereka terkurung dan terdesak di dalam virus yang begitu cepat menyebar di Jawa,” ujarnya saat menghubungi media ini. Lebih lanjut dikatakan Herman, karena lockdown berimbas hampir seluruh perusahaan pemerintah maupun swasta, perkuliahan di Pulau Jawa semua libur dengan harus bekerja di rumah. Sementara mahasiswa Papua di Jawa karena mereka ini tinggal di rumah saja tanpa aktif apapun, sehingga berharap ada perhatian berupa bahan makanan atau bantuan dana. “Lockdown yang dilakukan oleh pemerintah Papua mungkin jangan patok langsung pesawatnya atau penerbangannya harus berhenti. Kami anak-anak Papua ini kami harus pulang ke keluarga sementara virusnya ini penyebarannya sangat cepat dan tinggi di Jawa. Kami harus pulang ke keluarga kami masing-masing,” ujarnya.  Sehingga pihaknya berharap penerapan lockdown secara total. Tetapi diharapkan masih ada pelayanan penerbangan khususnya bagi mahasiswa/I dan pelajar dari Papua yang akan pulang ke keluarganya.  “Pertimbangan-pertimbangan ini harus dilakukan oleh pemerintah provinsi. Sehingga kami merasa bahwa prmerintah provinsi atau kabupaten kota harus ada perhatian-perhatian terhadap kami mahasiswa mahasiswi Papua di tanah Jawa,” harapnya. (ros)