NABIRE - Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si, menyampaikan untuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ), Pemerintah Provinsi (Pemprov) memikirkan untuk rumah sakit yang besar terlebih dahulu. Prioritas ke depan tentu akan membangun rumah sakit yang besar, ketika rumah sakit yang besar sudah ada, maka dari situlah akan memilah untuk ruangan-ruangan seperti RSJ dan ruangan lainnya.

"Anak-anak akan ditaruh di situ, jadi fokus kita bangun rumah sakit yang besar dulu, baru ruangan-ruangan akan disiapkan," tegas Deinas Geley ketika ditemui di halaman Dinas Sosial, Senin (22/12/2025) lalu.

Ia menambahkan, Pemprov akan melihat ahli-ahli dokter yang ada di sini, dan akan melihat ke depannya untuk membangun rumah sakit yang besar dan akan berkembang ke depannya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Peduli Difabel Nabire, Maria Yeti Saputri Kapitarauw, S.Sos., MM,AWP, berharap dengan adanya RSJ ke depan akan membawa dampak positif kepada Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) atau ganggual mental, sehingga orang-orang yang mengalami ODGJ tersebut dapat tertangani lebih maksimal. 

Apabila bisa diatasi lebih awal, ia berpikir untuk proses penyembuhannya akan lebih besar. "Untuk ibu kota Papua Tengah, Nabire merupakan tempat yang sangat vital. Bagi seluruh lapisan masyarakat dan saya rasa gagasan atau usulan untuk membangun RSJ di Nabire Papua Tengah merupakan hal yang positif, yang kita semua berharap pemerintah bisa menindaklanjuti, usulan dan harapan keluarga difabel yang memiliki saudara dengan ODGJ," ucapnya.

Ia berharap dukungan dari Pemprov Papua Tengah agar ke depan RSJ dapat direalisasikan dan sesegera mungkin dibangun di Nabire Papua Tengah dengan menjadi tempat serta tumpuan harapan bagi kesembuhan kepada orang-orang dengan ODGJ.

Di sisi lain, Ketua Komisi V DPR Provinsi Papua Tengah, yang membidangi kesehatan dan sosial, Naomi Kotouki mengatakan untuk mendukung usulan yang disampaikan untuk pembangunan RSJ, ia sangat merespons positif.

“Nabire ibu kota Provinsi Papua Tengah dan tidak ada salahnya untuk Pemprov membantu dan membangun RSJ untuk adik-adik agar tidak terlantar di jalan dan di pasar. Karena kita melihat ada adik-adik kita yang sudah jalan tanpa busana," katanya. 

Ia menambahkan, dengan nantinya ada RSJ yang akan dibangun dan berharap Pemprov Papua Tengah untuk mengingat kembali adik-adik yang sudah mengalami ODGJ agar dapat perhatian dan untuk kenyamanan bagi masyarakat Papua Tengah, khusus di Kabupaten Nabire agar tidak terganggu oleh adik-adik yang di jalan.(edi)