NABIRE - Siswa/siswi kelas XII IBB beserta perwakilan dari ekskul jurnalis SMA Negeri (SMAN) 1 NABIRE dengan didampingi oleh guru mereka Suwarsi, S.Pd.M.Pd, ke Kantor Redaksi Papuapos Nabire beralamat di Keluruhan Morgo Kotalama Nabire, guna dan untuk lebih mengetahui materi yang diajarkan di sekolah tentang dunia penulisan dan percetakkan. Dalam catatan mereka, pada saat melakukan kunjungan mereka dijelaskan mengenai awal berdirinya Papuapos, bukan hanya itu saja mereka juga diterangka tentang bagaimana cara dan proses dalam pengumpulan data informasi hingga berita tersebut bisa sampai ke tangan pembaca. Mereka mendapat banyak pengetahuan tentang dunia penulisan. Mereka dijelaskan bagaimana cara mencari informasi, mencari narasumber, menulis berita, mengedit berita, mencetak berita sampai berita tersebut bisa dibaca oleh para pembaca dalam bentuk koran. Menurut Pemimpin Redaksi (Pemred) Papuapos Nabire, Suroso Miswan, SE, dalam pembuatan suatu berita, seorang wartawan bertugas mencari informasi dengan cara mencari sumber berita pada tempat kejadian dan mencari narasumber yang ada pada tempat kejadian atau seorang pakar untuk diwawancarai. Mencari narasumber sebanarnya tidak susah, tetapi seorang wartawan tidak boleh salah mengambil berita berdasarkan spekulasi sendiri.  Selanjutnya, hasil berita dari wartawan tersebut diserahkan ke bagian editing agar dapat diedit dari cara penulisan sampai pada tanda baca yang digunakan, sehingga berita tersebut yang awalnya kurang menarik untuk dibaca berubah menjadi berita yang menarik dan hal itu dilakukan oleh seorang editor. Seorang editor juga berhak merombak 100 persen cerita yang ada tanpa menghilangkan unsur penting atau inti dalam berita tersebut. Kemudian diserahkan kepada bagian tata letak (lay out) berlanjut pada bagian master print dan pada bagian akhir atau tahap terakhir, yaitu percetakan. Dalam jurnalistik juga ada yang dimaksud dengan kode etik jurnalistik, yaitu blensing atau berimbang. Dimaksud disini dengan blensing atau berimbangan itu adalah tidak memihak pada pihak manapun atau tidak memilih salah satu pihak. Dalam pembuatan berita juga menggunakan metode piramida terbalik, yaitu berita inti akan diletakan pada bagian atas. Seorang editor juga berhak memotong jika informasi tersebut terlalu banyak, tetapi tidak mengurangi unsur penting dari berita tersebut. Pemotongan berita yang dilakukan, yaitu editor memotang bagian terakhir paragraf. Pesan/kesan : mereka mendapatkan banyak ilmu tentang penulisan berita. Bagaimana proses mencari narasumber sampai kepada pencetakkan. Semua dijelaskan kepada para siswa/siswi ini. Mereka diajak berkeliling dan diperlihatkan bagaimana proses pembuatan koran dari mencari informasi sampai kepada proses pencetakkan. Saat berkunjung kesana pun mereka disambut dengan baik, didampingi dan diberi materi dengan satu berharap semoga Papuapos Nabire tetap jaya selalu.(ist/wan)