Bupati Angkat Bicara Masalah Sampah dan Berikan Solusi
NABIRE - Bupati Kabupaten Nabire Isaias Douw, S.Sos.,MAP ketika diwawancarai awak media beberapa waktu lalu di ruang kerjanya mengatakan, pe
Bagikan
NABIRE - Bupati Kabupaten Nabire Isaias Douw, S.Sos.,MAP ketika diwawancarai awak media beberapa waktu lalu di ruang kerjanya mengatakan, persoalan sampah di Kabupaten Nabire menjadi sebuah persoalan yang hingga saat ini masih menjadi pusat perhatian para warga masyarakat dan menjadi sorotan di media sosial. Pemerintah menjadi bulan-bulanan dan menjadi bagian nomor satu yang selalu dipersalahkan karena dianggap tidak becus dalam mengurus sampah di Nabire. Padahal, justru persoalan sampah ini timbul karena ulah masyarakat itu sendiri, oknum-oknum tertentu sengaja memakai persoalan sampah sebagai obyek untuk mempersalahkan pemerintah. “Nabire ini sentral, pantas sampah itu banyak di Nabire, Nabire ini diapit sejumlah kabupaten di daerah tengah Papua, sampah dari kabupaten lain ada juga di Nabire, jadi sampah yang ada di Nabire bukan hanya sampah milik orang Nabire, orang dari luar Kabupaten Nabire juga buang sampah di Nabire. Dimana ada masyarakat ya disitu pasti ada masalah, ya salah satunya ya persoalan sampah,” tutur, Bupati Isaias Douw, S.Sos.,MAP, saat diwawancarai beberapa waktu lalu bertempat di ruang kerjanya.Menurutnya, masyarakat di Nabire bertambah banyak dan orang yang tidak menetap di Nabire juga banyak, sehingga sampah-sampah itu dibuang begitu saja di jalan-jalan. Tidak punya rasa memiliki Kabupaten Nabire. Padahal ketika kita sadar untuk membuang sampah dengan baik dan benar pasti tidak ada persoalan sampah di Nabire, masyarakat juga perlu membantu pemerintah untuk sama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah di jalan-jalan, di selokan-selokan, di tepi-tepi jalan raya. Kata Bupati Douw, dalam waktu dekat dirinya sudah merencanakan untuk sistim pengelolaan sampah akan ditangani oleh pihak ketiga, sebenarnya persoalan sampah itu pasti ada solusinya, tetapi perlu keseriusan dan kerja keras oleh semua pihak, baik itu pimpinan OPD maupun warga masyarakat itu sendiri. Dan mungkin salah satu solusinya adalah memberikan kewenangan penuh kepada pihak ketiga untuk mengelola sampah di Kabupaten Nabire. “Nabire ini kalau masalah sampah tidak akan habis-habis, dan Nabire ini akan terus ada sampah, karena Nabire ini sentral dari beberapa kabupaten pemekaran yang ada di wilayah tengah Papua. Nabire ini kota transit, baik udara, laut, darat dan perlu pemahaman yang mendalam terkait dengan masalah sampah, kami juga pemerintah ini kerja, bukan kami (pemerintah) ini diam. Baru diangkat satu hari, besoknya sampah bertumpuk lagi, sudah terhambur di jalan-jalan lagi, mari kita tingkatkan kesadaran dalam menjaga dan memelihara lingkungan kita supaya tidak ada sampah lagi,” pungkasnya. (cad)
Bagikan artikel ini



