NABIRE - Bank Indonesia (BI) cabang Papua, bekerjasama dengan Provinsi Papua Tengah mengatasi inflasi. Hal ini terkemuka pada saat jumpa pers bersama awak media yang ada di Papua Tengah belum lama ini.


Pihak BI cabang Papua membahas tingginya inflasi di dua kabupaten yang ada di Provinsi Papua Tengah. Tingginya inflasi saat ini di Kabupaten Nabire dan Timika harus bisa ditekan.


Kepala BI, Fathurrachman mengatakan, ada gerakan mengatasi inflasi seperti adakan gerakan pangan, dan teman-teman wartawan pasti mengetahui gerakan pangan seperti komunitas pangan murah, ada operasi pasar, mendukung Bulog, serta gerakan lainnya untuk menekan inflasi turun, bila inflasi turun maka proses gerak pangan jadi mudah.


Lanjutnya, mengatasi inflasi yang ada di Nabire, harus dari semua aspek dalam penanganannya, terutama pemerintah, para petani, pihak media dan para pelaku usaha. Poros media sebagai pendorong atau poros dalam mengembangkan kepedulian terhadap dampak inflasi yang terjadi, sehingga masyarakat mengetahui bahwa ini menjadi kepedulian bersama.


Fathurrachman menjelaskan, lebih penting adalah Papua Tengah untuk meningkatkan produksi, menurunkan inflasi tidak secepat atau semalam. Dengan menggandeng para petani untuk ditingkatkan kualitasnya, seperti petani cabe yang saat ini cabe harus ditingkatkan kerjasama antar daerah dan cabe mengalami kenaikkan harga.


Tambahnya, kalau cabe sudah berkembang bagus di pertanian lokal, maka harga cabe tidak akan melonjak. Ia menjelaskan pentingnya produktivitas tenaga petani lokal, bahwa peran penting bersama para tani itu akan menaikkan hasil panen sacara baik, penanaman cabe itu bisa sampai tiga bulan, bila penanaman yang dilakukan petani lokal itu berkembang, maka akan mengurangi kenaikan harga cabe yang ada di Nabire. Intinya adalah produktivitas harus selalu aktif.


Bank Indonesia Papua bersama staf juga melakukan pertemuan dengan Penjabat Gubernur Papua Tengah, staf ahli, Setda dan pejabat lainnya, Fathurrachman menambahkan, Papua Tengah mengalami pertambahan jumlah penduduk semakin banyak.(feb)