WAROPEN - Perayan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) di tanah Papua tanggal 8 Maret 2016 tingkat Kabupaten Waropen yang dapat dipusatkan dalam ibadah syukuran digelar di halaman gedung Gereja Kristen Injili (GKI) Imanuel Batu Zaman yang dipimpin langsung 2 Ibu Pendeta masing–masing Pendeta G.M. Mutara, pembawa Liturgi dan Pembawa Firman atau Khotbah Pendeta, S.G. Kurni,S.Th. Pemberitaan Injil Kristus merupakan tanggung jawab kita bersama dan kita adalah saksi–saksi Kristus walaupun memang kita tidak menyaksikan dengan mata kita, sebab menjadi saksi adalah melihat sendiri suatu menjadi atau peristiwa.Dikatakan SG Kurni, kita memang tidak pernah melihat pribadi Kristus dengan mata, namun kita telah mengalami karya penebusan dan penyelamatan Kristus yang besar itu, pengalaman sebagaimana kristus berkarya dalam hidup kita, seharusnya kita saksikan kepada orang lain.Kekayaan, pengalaman dengan kristus harusnya membuat kita tidak tahan untuk berdiam diri atau menjadi saksi bisu, sebaliknya kita tidak akan tahan jika tidak menceriterakan Kristus kepada orang lain sepaya dengan jalan demikian setiap orang dapat mendengar dan mengenal Yesus Kristus serta menerimannya sebagai Tuhan dan juruselamat .“Bukankah Tuhan luar biasa untuk siapa saja yang dipakai sebagai alat dalam tanganNyauntuk memberitakan Injil, kelemahan dan keterbatasan seseorang tidak menjadi alasan ataupun halangan untuk memberitakan Injil.Memberitakan Injil tidak harus dengan berkhotbah, akan tetapi bisa melalui kesaksian hidup kita atau bisa juga melalui perilaku yang menjadi teladan bagi orang lain, menunjukan kasih Allah melalui kepedulian terhadap sesama bahkan wajah yang bersuka cita juga bisa menjadi kesaksian yang akan memberkati banyak orang,” tandasnya.Lanjutnya, melalui HUT ke-54 YPK di Tanah Papua dengan sorotan Tema ‘Pergi dan lakukanlah semua yang Ku Perintahkan KepadaMu’ dan sub tema ‘Melalui hari jadi YPK di tanah Papua ke 54 kita wujudkan pendidikan berkarakter Kristen dan Unggul’. Sehingga kita mampu mewujudkan pendidikan yang berkarakter Kristen dan unggul, jika kita bicara soal karakter itu berarti menyangkut tabiat, watak dan sifat-sifat, kejiwaan atau budi seperti yang membedakan seorang dengan lainnya.Alasan yang sangat penting mengapa kita perlu mengajarkan atau menampilkan karakter Kristen adalah ‘Kemerosotan Moral’, karena, menurutnya, saat ini sudah begitu luas kalangan yang merasakan terjadinya kemerosotan moral dan pengajaran karakter adalah suatu perlawanan terhadap kemerosotan moral.Dampak dari globalisasi perkembangan saat ini cukup berpengaruh dalam membentuk karakter seseorang dan yang paling penting adalah pudarnya semangat keteladanan, sebab karakter dibentuk oleh orang–orang yang mampu menjadi teladan model ataupun mentor yang dapat diikuti atau diteladani.Sebab, sudah 54 tahun YPK ada di tanah ini, namun seberapa orang yang berkarakter Kristen dihasilkan, kita bangga memiliki YPK maka kita harus buat YPK berkwalitas dan unggul, tetapi sayang terkadang kita tidak berpikir seperti itu, mengapa kita tidak pernah menghasilkan karya atau kwalitas yang hebat ?.Karena, terangnya, kita selalu terjebak dengan anggapan bahwa lumayan itu sudah cukup atau bagus, lumayang tidak jelek, kita sudah bisa mencapai nilai standar, bagaimana mungkin YPK bisa menonjol berkwalitas, bisa unggul kalau hanya ada di zona standar saja.“Untuk menghasilkan yang terbaik bagi YPK, maka kita tidak harus berpikir apa yang akan didapat dari YPK, akan tetapi lebih baik kita berpikir apa yang harus kita buat sama–sama untuk YPK, agar kedepan menghasilkan karakter orang Kristen yang berkarakter Kristiani yang unggul,” akhirnya. (Erens E.Rumbobiar)