NABIRE - Keselamatan dan keamanan anak-anak di tengah masyarakat ternyata bukan hanya menjadi tugas pihak sekolah maupun orang tua saja. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, M.Pd., saat ditemui awak media di Kantor Inspektorat, Rabu (5/8/2026). 

Menurutnya, perlindungan anak merupakan bentuk tanggung jawab moral yang harus dipikul secara bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Dina Pidjer menyoroti pentingnya peran aktif warga sekitar, termasuk para tokoh agama, apabila mendapati situasi darurat yang melibatkan anak-anak. Ia mengajak masyarakat agar tidak tinggal diam atau hanya menunggu aparat keamanan datang ketika melihat anak-anak sedang terlibat perselisihan atau perkelahian di lingkungan sekitar.

“Mari kita sama-sama menjaga keselamatan. Jangan kita tunggu pihak keamanan untuk menangani ini, tetapi mari kita raih sebagai masyarakat,” ujar Dina Pidjer dengan penuh penekanan saat menjelaskan langkah cepat yang seharusnya diambil oleh warga.

Ia berharap, kepedulian spontan dari masyarakat untuk melerai dan meredam ketegangan antaranak bisa mencegah terjadinya dampak buruk yang tidak diinginkan. Tindakan preventif yang cepat dari lingkungan sekitar diyakini mampu menyelamatkan masa depan anak-anak dari hal-hal bersifat negatif.

Melalui imbauan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire mengajak seluruh warga untuk membangun kepedulian sosial yang lebih erat. Kolaborasi antara orang tua, sekolah, tokoh agama dan masyarakat luas dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak-anak. (sam)