UWAPA - Pendeta Daniel Petege, S.Th., M.Th, dalam tugas Pekabaran Penginjilan mengaku sudah 27 tahun bertugas sebagai Pendeta Gereja Kristen Protestan.

Di mana, ia mencatat selesai sekolah pendeta penginjilan asal kampung sendiri, yakni Kampung Adeuwo Distrik Mapia Kabupaten Dogiyai Provinsi Papua Tengah.

Pendeta Gereja Imanuel Bedeida merupakan pintu masuk daerah pedalaman Distrik Uwapa, Bedeida Topo Kabupaten Nabire ini, kepada wartawan Papuapos Nabire, pada Senin (4/05/2026), di rumah penginapan pendeta wilayah tiga, sekitar Gereja Kristen Protestan Potanigra Nabire.

Dikatakannya, penginjilan di wilayah III sekitar 41 gereja, yang mana Pekabaran pada awalnya dalam kondisi darurat. “Hidup sebagai umat Tuhan Allah. Hidup bersandar kepada Tuhan Allah. Hidup sebagai umat pilihan Tuhan Yesus, Allah Bapa di surga,” katanya.

Pendeta Daniel Petege pernah mengikuti program para hamba Tuhan, penginjilan di wilayah pedalaman Papua, kini penginjilan di daerah wilayah pesisir mulai1 Mei hingga selesai akhir bulan Mei.

“Kami sudah melayani empat 42 gereja di daerah pesisir di Nabire, Papua Tengah. Para pendeta bertabiat tidak tahu dan mengenal hukum di luar ketetapan Tuhan Allah. Korupsi, kesombongan menindas berlebihan dan hawa nafsu,” tambahnya. 

Nabire sebagai rumah bersama, pandangan penginjilan sudah tercemar setelah menjadi provinsi di tengah kemajuan yang signifikan Program Bupati Nabire dan Gubernur Papua Tengah mewarnai kehidupan ada kesan keluhan.

Dan saat ini, tidak bisa mengojek lebih laluasa di sudut kota Nabire Papua Tengah ini. Judi Togel, Miras juga mewarnai umat manusia, sehingga pihak gereja dan Allah melindungi melalui penginjilan. “Gereja bertanggung jawab atas umat Tuhan,” tandasnya. (don)