NABIRE – Walaupun telah dilakukan proses evakuasi terhadap korban dan semua dinyatakan selamat, namun hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab lost contact Helikopter PK USS Bell 212 milik PT. NUH, apakah jatuh atau mendarat darurat pun belum dapat disimpulkan.  Namun menurut data dan informasi yang diterima media ini dari sumber terpecaya, jatuhnya helikopter bell 212 registrasi PK USS tersebut mendarat darurat lantaran faktor cuaca buruk (ekstrim) di sekitar tempat kejadian.

Ada rumor yang berkembang, mulai dari dugaan soal kemungkinan ditembak oleh OTK hingga terkait kondisi helikopter yang sudah tua (lama) atau kurang layak dioperasikan. Namun itu semua akan terjawab bila ada hasil investigasi dari pihak berkompeten, seperti KNKT ataupun pihak lainnya. 

Terkait hal ini dalam jumpa pers, pihak Posko SAR operasi SAR Hely Bell 212 Reg PK USS di Hanggar areal Bandara Nabire, pihak terkait dalam keterangan secara tegas Posko SAR yang ada hanya sebatas baru dilaksanakan proses evakuasi atau penyelamatan korban.  Menyangkut penyebab ataupun hal-hal terkait jatuhnya heli tersebut pihak Posko gabungan SAR, TNI/Polri dan pihak maskapai helikopter tidak berkenan untuk membuat pernyataan. 

Sekedar menambahkan, untuk proses evakuasinya hilang kontak heli pada Kamis lalu itu baru dapat dilaksanakan pada Sabtu, 19 September 2020 mulai pukul 06.00 hingga pukul 10.30 WIT. Dimana, dalam jedah 2 hari korban berhasil dievakuasi dengan atau dalam keadaan selamat.  

Kapolres Nabire AKBP Sonny M. Nugroho T, SIK kepada media ini menerangkan, kegiatan evakuasi hari ini berjalan aman dan lancar. Ketiga korban berhasil dievakuasi dan semua selamat. Adapun data korban diantaranya, Erik Kurniawan (48) kapten pilot, mengalami luka pada kepala dan kaki serta benturan didada. Korban kedua, Endi Nawalaga (44) kapten copilot mengalami luka pada bagian kepala dan kaki dan Aswar Jamal (31) selaku Hely Loading Operation (HLO). Para korban saat ini sedang dirawat insentif di RSUD Nabire.(wan)