Atasi Kekurangan Air Bersih Di RSUD Nabire, PUPR Papua Tengah Gelontorkan Anggaran
NABIRE - Ketersedian air bersih di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire adalah satu dari beberapa persoalan yang paling disoroti oleh masyarakat. Terutama oleh keluarga pasien.

NABIRE - Ketersedian air bersih di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire adalah satu dari beberapa persoalan yang paling disoroti oleh masyarakat. Terutama oleh keluarga pasien.
Konon katanya, debit air yang mengalir ke RSUD Nabire melalui pipa transmisi dari bak transit Bukit Meriam, kelurahan Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire tersebut berkurang karena terjadi pemakaian air secara liar oleh sebagian perumahan yang berada di sepanjang aliran air melalui pipa transmisi.
“Air yang mengalir dari bak transit Bukit Meriam ke RSUD debit airnya berkurang karena adanya pemakaian air secara liar. Sehingga di RSUD kesulitan mendapatkan pasokan air bersih yang dibutuhkan,” tutur Kepala Dinas Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Papua Tengah, Yan Ukago, ST, MT kepada wartawan, di ruang kerjanya, Jumat (12/8/23) lalu.
Yan mengaku, persoalan itu diketahui setelah pihaknya melakukan sinkoronisasi dengan pihak PDAM Nabire, pada bulan Mei lalu dan setelah dia bersama konsultan air bersih mengunjungi RSUD Nabire guna menginventarisir persoalan katersediaan air bersih tersebut.
“Mengapa debit air ini berkurang ? Itu kami sudah lakukan sinkronisasi dengan PDAM Kabupaten Nabire sekitar bulan Mei lalu. Kami sudah lakukan kunjungan kesana (RSUD) bersama konsultan air bersih. Hasilnya memang di RSUD sulit mendapat air bersih sesuai kebutuhan di rumah sakit,” akunya.
Lantaran itu, Yan mengaku, Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui pihaknya sudah gelontorkan anggaran tahun ini (2023) untuk atasi kekurangan ketersedian air bersih di RSUD Nabire yang selama ini berlarut.
“Untuk atasi kekurangan ketersediaan air bersih di RSUD Nabire, kami sudah siapakan anggarannya tahun ini (2023). Tinggal dibangun. Saat ini sedang dalam proses lelang,” kata Yan.
Dia menambahkan, air bersih memang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. Tidak hanya di Kabupaten Nabire, tetapi tetapi 7 kebupaten lainnya pun membutuhkannya, dan itu menjadi kewajiban Pemprov Papua Tengah. Konon tahun berjalan ini (2023) diperioritaskan untuk menyediaakan air bersih di RSUD Nabire, selain dari itu masih dalam perencanaan.
“Tidak hanya Kabupaten Nabire saja, Kabupaten Deiyai, Dogiyai, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya dan Mimika pun menjadi perhatian kami dan saat ini dalam perencanaan. Untuk tahun 2023, kami sudah masukan fisik untuk RSUD Nabire, kenapa? Karena semua orang sakit ada disitu kebutuhan air sangat penting,” tutupnya. (ist)
Bagikan artikel ini



