NABIRE - Animo lulusan Sekolah Dasar (SD/Mi) tahun pelajaran 2018/2019 yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 4 Nabire dinilai sangat kurang, sementara pihak sekolah telah membuka diri dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi putra/putri anak asli Papua yang baru lulus SD/Mi untuk melanjutkan pendidikan di SMPN 4 Nabire. Sehingga di hari kedua pembukaan pendaftaran ini, dari 280 anak SD/Mi yang hendak mendaftarkan diri ke SMPN 4 Nabire, untuk murid atau anak-anak asli Papua baru 80 orang murid yang mendaftarkan diri. Untuk itu dengan waktu tersisa yang ada ini diharapkan ada calon murid asli Papua yang mendaftarakan diri ke SMPN 4 Nabire. “Pihak sekolah punya target untuk tahun pelajaran 2019/2020 dapat menerima atau menampung 224 murid baru yang nantinya akan mengisi 7 Ruang Kelas Baru (RKB), sehingga diharapkan adanya pendaftaran murid baru asli Papua yang lebih diutamakan”. Demikian dikatakan Kepala SMPN 4 Nabire H. Suwandi, S.Pd.M.,MPd via telepon genggamnya kepada Papuapos Nabire Selasa (25/6), seraya menambahkan, di hari kedua pembukaan pendaftaran ini sangat kurang murid baru anak asli Papua yang mendaftarkan diri, sehingga di hari terakhir ini kami pihak sekolah tetap memberikan peluang dan kesempatan bagi murid asli Papua. Dan dalam kegiatan penerimaan murid baru diawal tahun pelajaran ini, pihak sekolah tetap mengacu pada sistim zonasi atau wilayahan anak peserta didik baru, untuk itu pihak sekolah tidak asal menerima murid baru saja, akan tetapi Kartu Keluarga (KK) dan keterangan ijazah SD dan Mi sekolah asal tetap menjadi perhatian pihak sekolah. Dengan demikian tinggal 3 hari lagi menuju penutupan pendaftaran diharapkan ada orangtua murid asli Papua yang datang mendaftarakan anak-anak mereka ke SMPN 4 Nabire. Sebab dengan data calon baru yang telah mendaftarakan diri hingga hari kedua ini, benar–benar sangat kurang jumlah murid yang berasal dari orang Papua asli.(des)