Batas Kapiraya Ditarget Tuntas Natal
Meki Nawipa menegaskan komitmennya untuk mendorong penyelesaian persoalan batas wilayah tersebut sebelum perayaan Natal 2026.
Pencarian
970 artikel cocok dengan pencarian Anda.
Meki Nawipa menegaskan komitmennya untuk mendorong penyelesaian persoalan batas wilayah tersebut sebelum perayaan Natal 2026.
Sengketa tapal batas Kapiraya antara wilayah Deiyai, Dogiyai, dan Mimika ditargetkan tuntas sebelum Desember 2026. Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan penyelesaian akan mengutamakan batas adat sebagai pijakan utama, sekaligus meredam potensi ketegangan antarmasyarakat.
Persoalan tapal batas Kapiraya antara Kabupaten Deiyai dan Mimika menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat yang mendapat perhatian Gubernur Papua Tengah, Meki Fret Nawipa, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Deiyai, Selasa (8/9/2026).
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak hanya mengancam kawasan yang terbakar, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan hingga aktivitas perekonomian.
Polres Nabire menggelar acara pelepasan dua personel yang memasuki masa purnatugas, pada Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR, didampingi Wakapolres Nabire serta jajaran personel Polres Nabire.
Wujud sinergitas dan soliditas antara Kepolisian Resor (Polres) Nabire dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire kembali terlihat dalam momentum peringatan Hari Jadi Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, Rabu (2/9/2026).
Dedikasi dan keberanian 12 personel Polsek Ilu, Polres Puncak Jaya, mendapat apresiasi dari Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini. Penghargaan tersebut diberikan dalam upacara yang digelar di Mako Polres Puncak Jaya saat Kapolda melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Puncak Jaya, Senin (31/8/2026).
Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., memimpin Analisis dan Evaluasi (Anev) Ditbinmas Polda Papua Tengah di Ruang Dirbinmas, Selasa (1/9/2026).
Fience mengaku menerima ancaman dalam sejumlah bentuk, mulai dari pesan melalui aplikasi WhatsApp, penggembokan kantor hingga kedatangan sekelompok orang ke kediaman pribadinya.
ulianus tidak hanya menceritakan kondisi korban saat pertama kali dilihatnya di kamar mayat rumah sakit. Ia juga mengungkap situasi emosional warga setelah kejadian, termasuk upayanya mencegah aksi balasan yang berpotensi memicu konflik.