
Akan Lahir Perbup Nabire Soal Kampung Adat
NABIRE - Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si kepada Papuapos Nabire, Senin (12/9/22) mengatakan, di Kabupaten Nabire akan lahir Peraturan Bupati (Perbup) soal Kampung Adat.
Pencarian
228 artikel cocok dengan pencarian Anda.

NABIRE - Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si kepada Papuapos Nabire, Senin (12/9/22) mengatakan, di Kabupaten Nabire akan lahir Peraturan Bupati (Perbup) soal Kampung Adat.

NABIRE - Masyarakat adat dari Nabire Barat yakni suku Yeresiam, Yaur dan Umar menyatakan sikap untuk menerima ibukota Nabire bergeser ke Nabire Barat. Dan masyarakat adat 3 suku siap melepas tanah adat untuk kebutuhan lokasi ibukota Nabire, berapapun luasnya yang dibutuhkan pemerintah untuk membngun ibukota. Alasannya, masyarakat adat menerima kota Nabire digeser ke barat karena Nabire sebagai ibukota Provinsi Papua Tengah sehingga cepat atau lambat Nabire akan menjadi Kota Madya. Oleh sebab itu, masyarakat dari 3 suku adat se Nabire Barat menyatakan bersedia melepas tanah adat secara gratis untuk menggeser ibukota Nabire ke barat.
DEIYAI - Pelarangan minuman keras dan perjudian di Deiyai, sudah berjalan kurang lebih enam bulan lamanya. Hasil dari pelarangan miras dan perjudian, masyarakat telah mulai nikmati, kini bebas dari segala penyakit sosial. Sehingga kondisi Deiyai sudah berubah, kondisinya aman, damai, ramai, lancar di dalam tatanan kehidupan bermasyarakat.

NABIRE - Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Negara Republik Indonesia tahun 2022 diwarnai karnaval pelajar SDN Inpres Kampung Bumi Mulia/SPC, Selasa (16/8/22). Karnaval yang digelar di halaman sekolah, terlihat para pelajar memakai pakaian adat masing-masing suku yang ada di sekolah tersebut.

NABIRE – Terkait adanya ajakan atau seruan mimbar bebas tolak Daerah Otonom Baru (D)B) dan cabut Otonomi Khusus (Otsus) pada tanggal 3 Juni 2022 di Taman Gizi Nabire, enam kepala suku dan dua lembaga adat pemilik ulayat Nabire menyampaikan pernyataan sikapnya, Kamis (2/06/2022).

NABIRE – Kampung Sima, Distrik Teluk Umar sukses melaksanakan pelaksanaan Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) pekan lalu dengan pola adat. Pilkam di Sima dengan pola pemilihan perwakilan sub suku, dengan menerapkan sistim pemilihan kepala kampung seperti lazimnya.

NABIRE - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-63 tahun 2022 yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2022, diperingati dalam bentuk upacara bendera di setiap sekolah yang ada di Kabupaten Nabire, pada Jumat (13/05/22). Sebelumnya, pada pukul 05.30 WIT, Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire juga melakukan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa. Sementara untuk puncak peringatan Hardiknas ke–63 tahun 2022 tingkat SMA/SMK Kabupaten Nabire bertempat di SMA Negeri 1 Nabire dengan Inspektur Upacara (Irup), Wakil Bupati Nabire Ismail Djamaluddin, tingkat SMP berlangsung di SMP Negeri 1 Nabire dengan Irup, Staf Ahli Bidang Pembangunan Kabupaten Nabire La Halim, S.Sos, kemudian di SMP Negeri 4 Nabire dipimpin Plt. Sekda Nabire Herman Kayame, ST., MT, sedangkan untuk tingkat SD dan SMP (gabungan) di luar Kota Nabire bertempat di SMP Negeri 2 Makimi dengan Irup Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Nabire Selvina Magai, S.Pd.
DEIYAI – Berdasarkan hasil kesepakatan bersama seluruh warga di Waghete, Deiyai, telah melahirkan aturan adat dan aturan distrik tentang larangan menjual Minuman Keras (Miras), jual pinang, main judi Rolex, dadu dan penyakit sosial lainnya di Waghete dan sekitarnya.
MOANEMANI – Ketua Dewan Adat Kabupaten Dogiyai, Germanus Goo saat kegiatan forum konsutasi publik bersama tim ahli Universitas Cenderawasih dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua, menanyakan porsi dana APBD Kabupaten Dogiyai selama ini dititip dimana. Pertanyaan Ketua Dewan Adat Dogiyai kepada tim ahli Uncen. Pertanyaan kedua disampilkan Germanus adalah pimpinan OPD dalam kegiatan tidak melibatkan adat juga masyarakat Dogiyai selama ini.

NABIRE – Masyarakat Adat yang memiliki hak ulayat atas hutan dan tanah di wilayah Kabupaten Nabire diminta untuk menjaga kerusakan hutan, terutama di daerah aliran sungai (DAS) dan sumber tangkapan air (kepala air). Karena, akibat kerusakan hutan di DAS dan kepala air, akan berdampak pada musibah banjir di wilayah Kabupaten Nabire.