NABIRE - Masyarakat adat dari Nabire Barat yakni suku Yeresiam, Yaur dan Umar menyatakan sikap untuk menerima ibukota Nabire bergeser ke Nabire Barat. Dan masyarakat adat 3 suku siap melepas tanah adat untuk kebutuhan lokasi ibukota Nabire, berapapun luasnya yang dibutuhkan pemerintah untuk membngun ibukota. Alasannya, masyarakat adat menerima kota Nabire digeser ke barat karena Nabire sebagai ibukota Provinsi Papua Tengah sehingga cepat atau lambat Nabire akan menjadi Kota Madya. Oleh sebab itu, masyarakat dari 3 suku adat se Nabire Barat menyatakan bersedia melepas tanah adat secara gratis untuk menggeser ibukota Nabire ke barat.

Ketua Tim Koaliasi Pergeseeran Kota Nabire ke Barat, Sambena Inggeruhi kepada wartawan di Nabire, Selasa (6/9) mengatakan , kaum intelek bersama kepala suku sudah sepakati bersama untuk menggeser ibukota Nabire ke Nabire bagian barat.

BACA berita selengkapnya di Koran Papuapos Nabire atau kunjungi edisi koran digital epaper di https://www.papuaposnabire.com/epaper