NABIRE – Calon Bupati nomor urut 1, Yufinia Mote, S.SiT, menggelar kampanye di Kali Merah Wadio, Selasa (20/10) kemarin.

Di depan ratusan massa yang mayoritas adalah masyarakat dari Suku Dani, Yufinia Mote menyampaikan jika perempuan Papua bisa menjadi pemimpin.

Saat kampanye, Yufinia juga memaparkan visi misi dan program kerjanya jika dirinya terpilih untuk memimpin Kabupaten Nabire untuk 5 tahun ke depan.

“Perempuan itu pekerja keras, perempuan itu hebat.

Kami siap untuk menunjukkan bahwa kami perempuan bisa.

Ini bisa berhasil kalau didukung oleh kita semua.

Terutama dengan dukungan doa-doa dari bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara-saudara semua,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, dirinya akan bekerja sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat di Kabupaten Nabire.

Dan juga melanjutkan program pembangunan yang selama ini sudah ada yang sudah baik akan kita lanjutkan.

Kemudian untuk pekerjaan yang belum maksimal akan kita benahi bersama-sama. 

“Juga untuk yang belum ada dan dinilai sangat penting, akan kami buat untuk bagaimana supaya masyarakat di Nabire ini bisa tumbuh dan berkembang secara maksimal,” ujarnya. 

Nabire ini terdiri dari berbagai suku, bagaimana semua yang ada ini bisa kita jaga, rawat dan tumbuh berkembang bersama-sama.

Kita jaga bersama-sama Nabire ini supaya dalam keberagaman suku tetapi kita bisa tetap aman, damai dan tentram.

Karena dengan situasi yang aman kita akan bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. 

Dengan situasi yang aman, lanjutnya, kita juga bisa memperbaiki perekonomian di Nabire sesuai dengan kebiasaan masyarakat. 

Berbagai kegiatan lain yang harus kita lakukan, kata Yufinia, terutama masalah sumber daya manusia.

Hari ini kita harus siapkan anak-anak sebagai generasi penerus. Jika kita tidak mulai siapkan hari ini, kedepan nasib mereka akan tidak menentu.

“Hari ini kita punya tugas untuk siapkan mereka.

Bagaimana untuk mereka punya iman, mereka punya mental dan karakter, mereka punya ilmu pengetahuan, ini semua kita siapkan dari sekarang.

Supaya kalau Papua semakin berkembang, Papua Tengah mau mekar atau tidak, anak-anak ini mereka sudah siap untuk ikut terlibat,” paparnya.

Pada kesempatan itu Yufinia juga sempat menyinggung soal kelanjutan pembangunan bandar udara berskala besar yang dibangun di Kabupaten Nabire.

Dirinya akan menyelesaikan pembangunan Bandara besar agar semakin ada kemudahan masyarakat untuk mendapat pelayanan transportasi udara dari dan keluar Nabire.

“Demikian juga dengan dermaga pelabuhan laut yang sedang diperpanjang, ini juga harus diselesaikan.

Kita punya rumah sakit rujukan, ini bagi kami harus diselesaikan.

Supaya kalau kita sakit tidak perlu dirujuk kemana-mana tapi cukup dirawat di Nabire,” katanya.

Dirinya sebagai orang kesehatan, terkait persoalan kesehatan menjadi tugas utamanya.

Terutama pelayanan kesehatan masyarakt di kampung-kampung, agar kesehatan masyarakat bisa terjaga dengan baik dan masyarakat tidak mudah sakit. (ros)