YGP Bersama STIKes Papua Sehat Gelar Ibadah Syukur Pendirian PTS dan Natal Kampus

NABIRE – Yayasan Gerakan Papua (YGP) bersama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Papua Sehat Nabire dengan penuh sukacita menggelar Ibadah Syukur Pendirian Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perayaan Natal Kampus. Kegiatan khidmat dan bersejarah ini berlangsung di Aula RRI Nabire, Selasa, 2 Desember 2025.
Ibadah syukur dan perayaan Natal ini mengusung tema besar, yaitu ‘Bersyukur Atas Tahun Akademik dan Menyambut Pimpinan Damai, Yesus Kristus’, yang didasarkan pada Yesaya 9:6. Sebagai subtema, acara ini menekankan pentingnya ‘Mengakui Pemeliharaan Tuhan dalam Perjalanan Akademik’ (Mazmur 23:1).
Suasana di Aula RRI Nabire berlangsung sangat khidmat, dipenuhi aura syukur dan kegembiraan. Ratusan peserta memadati area kegiatan, terdiri dari jajaran dosen, para mahasiswa angkatan pertama, tokoh-tokoh gereja serta tamu undangan penting lainnya.
Rangkaian acara diisi dengan pujian-pujian rohani yang menyentuh hati, diselingi dengan ucapan syukur atas keberhasilan pendirian PTS tersebut. Momen ini menjadi penanda bersejarah bagi dunia pendidikan kesehatan di Papua Tengah.

Dalam sambutannya yang penuh makna, Ketua Yayasan Gerakan Papua Sehat, Dr. Cornelis Pakage, S.KM, menyampaikan pesan dan kesan Natal di penghujung tahun 2025.
"Kami patut bersyukur bahwa STIKes Papua Sehat telah berjalan setahun penuh. Hari ini kita berkumpul di sini dalam ibadah syukuran pendirian PTS dan perayaan natal kampus," tuturnya.
Dr. Pakage kemudian menuturkan perjuangan panjang dan berliku yang harus dilalui yayasan dalam mendapatkan legitimasi resmi, yakni izin pendirian kampus dari Pemerintah Republik Indonesia.
"Yayasan Gerakan Papua Sehat berdiri sejak tahun 2023. Perjuangan untuk mendapatkan legitimasi pendirian kampus, PTS dan program studi beberapa kali mengalami hambatan serius," ungkapnya.
Ia bahkan menceritakan bahwa perjalanannya ke Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan Pusat RI beberapa kali berujung pada penolakan. "Untuk mendapat izin SK pendirian sekolah kesehatan, kami harus melalui Menteri Kesehatan," tambahnya.
"Puji Tuhan, akhirnya proses legitimasi kampus, PTS dan Prodi berjalan baik," beber Pakage, lega.
Menurutnya, pendirian Kampus STIKes Papua Sehat Nabire dengan Program Studi Kesehatan Masyarakat sangat mendesak, mengingat di wilayah Papua Tengah saat itu belum tersedia ilmu kesehatan masyarakat. Bahkan, Prodi kedokteran dan kebidanan pun belum ada yang memiliki legitimasi resmi selain di Universitas Cenderawasih (Uncen) di Provinsi Papua.
"Setelah diberi user name dan password aplikasi siaga, memang di sana tidak ada STIKes jurusan kesehatan masyarakat, jurusan kedokteran tidak ada serta kebidanan pun tidak ada," lanjut Pakage.
Bertolak dari keprihatinan tingginya angka kematian yang disebabkan berbagai macam penyakit, baik menular maupun tidak di Provinsi Papua Tengah. Ia mengadu langsung ke Kementerian Kesehatan RI. "Maka penting dibuka sekolah tinggi kesehatan, tidak yang lain," tegasnya.

Dengan dibukanya STIKes di Papua Tengah, ia meyakini ini salah satu jawaban atas permasalahan tingginya angka kematian akibat aneka penyakit yang menjangkit. Sekolah ini, katanya, yang akan mampu memberikan pemahaman dan wawasan mendalam mengenai kesehatan lingkungan.
Kini, STIKes Papua Sehat Nabire merasa sangat bersyukur setelah kementerian kesehatan akhirnya memberikan izin legitimasi pendirian kampus, PTS beserta Prodi Kesehatan Masyarakat yang mereka usulkan. Kampus ini didukung oleh 5 dosen tetap serta sejumlah dosen tamu dan dosen luar yang kompeten.
Ibadah syukuran pendirian PTS dan Natal Kampus ini merupakan sejarah yang tidak terlupakan, khususnya karena ini adalah perayaan perdana yang diikuti oleh 46 mahasiswa angkatan pertama.
Dr. Pakage berharap ke depannya Prodi-Prodi lainnya segera dibuka di STIKes, seperti jurusan kedokteran dan kebidanan. "Ini adalah ibadah natal pertama kita setelah setahun berdiri. Malam ini menjadi awal perayaan natal yang akan kita laksanakan di setiap tahun. Selama kita menyandarkan diri dan yakin bersama Tuhan, apa pun pasti terjadi, Amin," pungkasnya penuh harap.
Di tempat yang sama, Ketua Komisi V Bidang Kesehatan DPR Provinsi Papua Tengah, Naomi Kotouki, menyampaikan rasa terima kasih dan surprise atas undangan yang diberikan oleh STIKes Papua Sehat.

"Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas undangan Ibadah Natal pertama ini. Undangan ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami di DPR provinsi," ucap Naomi.
Naomi menegaskan bahwa, komisi V sangat mendukung berdirinya STIKes Papua Sehat Nabire. Ia pun berharap Prodi yang belum ada di STIKes Papua Sehat Nabire dapat segera dilengkapi dan dibuka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.(amd)
Bagikan artikel ini



