NABIRE - Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) di Tanah Papua menggelar resepsi Milad ke-57 tahun 2025 di Aula Yapis Nabire, Senin (14/12/2025), mengusung tema besar ‘Berilmu Berakhlak, Generasi Cerdas Papua Maju’. 

Acara ini menjadi puncak dari serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, menegaskan komitmen Yapis dalam memajukan dunia pendidikan di wilayah Papua.

Acara resepsi Milad ini dihadiri oleh jajaran pengurus Yapis, guru, tenaga kependidikan, siswa-siswi serta perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Suasana khidmat namun penuh kebersamaan menyelimuti tempat kegiatan tersebut.

Kepala Sekolah SMP Yapis, Siti Aisyah, S.Pd., yang juga bertindak sebagai panitia pelaksana, menyampaikan laporannya. Ia mengutip filosofi pendidikan Yapis, ‘Ilmu Amaliah dan Amal Ilmiah’, sebagai landasan utama dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. 

Laporan tersebut merinci dasar hukum pelaksanaan Milad, mulai dari Undang-Undang (UU) tentang Yayasan hingga peraturan kelembagaan Yapis.

Aisyah menjelaskan, maksud dan tujuan Milad ke-57 ini sebagai pengakuan diri Yapis atas pengabdian selama lebih dari setengah abad di Papua serta untuk mempererat ukhuwah dan meningkatkan solidaritas di antara seluruh komponen Yapis, termasuk pengurus, siswa, guru dan administrasi.

"Sasaran kami adalah persatuan seluruh komponen Yapis untuk menumbuhkan kebersamaan dalam rangka meningkatkan prestasi, wawasan, pengetahuan dan pengalaman bagi keluarga Yapis serta terciptanya kebersamaan, solidaritas, kepedulian dan citra Yapis yang unggul," tegas Aisyah di hadapan hadirin.

Ia memaparkan bahwa rangkaian Milad telah dimulai sejak 13 Desember 2025 dengan Gerak Jalan Santai Berhadiah dan mencapai puncaknya hari ini, 15 Desember 2025, melalui upacara bendera dan resepsi. 

Seluruh rangkaian kegiatan ini terlaksana berkat dukungan penuh dari ketua Yapis, para pengurus dan donatur, baik material maupun non-material.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Yapis Cabang Nabire, La Halim, S.Sos., mengungkapkan rasa syukur atas usia ke-57 tahun Yapis. "Terasa 57 tahun Yapis di Papua sudah banyak yang dibuat, sudah banyak yang dilakukan. Yapis adalah yayasan pelopor pendidikan agama di Papua," ujar La Halim.

Ia menyoroti peran historis Yapis yang sudah hadir sebelum pemerintah resmi Indonesia masuk ke tanah Papua. La Halim juga merincikan unit-unit pendidikan Yapis Cabang Nabire yang sudah berdiri, mulai dari dua Sekolah Dasar (SD), dua Madrasah Ibtidaiyah (MI), satu SMP dan satu SMA.

"Insyaallah tahun depan kita berencana membuka perguruan tinggi lagi dengan program studi bisnis. Kami mohon dukungan guru dan ustadz dan seluruh masyarakat untuk bisa mewujudkan perguruan tinggi," tambah La Halim, menegaskan komitmen Yapis untuk terus berkontribusi hingga tingkat pendidikan tinggi, selaras dengan tema Milad.

Staf Ahli II Bidang Kemasyarakatan SDM dan Pengembangan Otsus Provinsi Papua Tengah, Ukkas, S.Sos., M.kp, mewakili Gubernur Papua tengah, Meki Nawipa, SH, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran gubernur dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yapis. 

"Luar biasa, 57 tahun berdiri dan pada saat integrasi republik. Berarti orang-orang pendahulu dari Yapis ini harus kita beri appreciation yang tinggi-tingginya," kata Ukkas.

Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, ia mengucapkan selamat Milad dan menyampaikan bahwa perjalanan panjang Yapis merupakan manifestasi komitmen dalam membangun dunia pendidikan di Papua. Yapis dinilai berperan penting dalam mencetak SDM yang berkarakter.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen pada peningkatan kualitas pendidikan, pemerataan akses dan peningkatan kapasitas tenaga kependidikan. 

Ukkas juga menekankan pentingnya pengembangan pendidikan yang berakar pada nilai kearifan lokal dan kemajemukan serta pentingnya menciptakan lulusan yang tidak hanya pintar, tetapi juga terampil dan berakhlak mulia.

"Yang terakhir, pendidikan akhlak dan keterampilan. Artinya, kalau kita pintar tapi jahat, itu tidak baik. Dia tidak terampil, artinya dia tidak berakhlak. Tiga hal yang harus menjadi perhatian," pungkas Ukkas, menutup sambutan dengan harapan agar Yapis terus maju.

Setelah serangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan persembahan kesenian rebana dari siswa Yapis, pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur dan diakhiri dengan sesi foto bersama, menandai berakhirnya resepsi Milad Yapis ke-57 yang penuh makna tersebut.(sam)