Uskup Timika : Bicara Sedikit Sekarang Kerja Banyak
MOANEMANI – Uskup Timika Jhon Sakril, kwatir umat dan warganya di Meuwodide, terutama generasi muda tidak punya kebun ternak dan
Bagikan
MOANEMANI – Uskup Timika Jhon Sakril, kwatir umat dan warganya di Meuwodide, terutama generasi muda tidak punya kebun ternak dan rumah tinggal. “Kalian tidak ada apanya bila orang tua yang ada ini ketika mereka meninggal dunia. Siapa yang akan bekerja untuk kamu, makan dalam hidup ini. Sikap malas menjadi budaya untuk kamu tidak berkembang. Hal itu sudah dipengaruhi Togel dan Narkoba, sepanjang hari duduk diemperan kios. Menghabiskan waktu lebih banyak di terminal, bahkan tidak berusaha dengan kesibukan diri dengan kegiatan keseharian,” terang Uskup Sakril. Uskup menyebutkan, tiba air dikasih makan ternak, bantu bekerja di kebun. Mereka lupa, bahkan belum bisa dilakukan karena mereka belum biasakan diri. Ucapnya, situasi umum warga Meuwodide yang tidak menempatkan diri dalam kehidupan ini. mereka terpengaruh dengan permaianan angka. Buktinya warga atau Putapa Yeroukotu Modio yang berminggu-minggu tinggal di Moanemani bersama keluarga dekatnya. Tinggalkan rumah anak dan istri dan tugas lain di kampung menghabiskan waktu kegiatan yang tidak menghasilkan itu. Tambahnya, warga biasa mulai bercerita tentang Pemilukada, partai politik. Tinggalkan tugas utama untuk bertemu Bupati atau DPRD. Lebih baik sekarang kamu duduk dan kerja di kebun, serius piara babi di kampung sendiri. “Kamu akan kesulitan sendiri. Terakhir kamu akan jual tanah, lalu kamu akan tinggal dimana lagi, berkebun dimana. Anak-anak cucu kamu nanti akan tinggal dimana? lebih baik kamu stop untuk jual tanah. Karena tanah sebagai mama yang memberikan kamu hidup untuk selamanya. Sementara kami hidup di bumi ini, maka kamu mulai berhenti jual tanah. “Kami sudah canangkan program keluaraga sebagai tungku api. Menata keluarga yang lebih baik mulai dari keluarga itu sendiri. Keluarga sebagai dasar kabo,” tegas bapak uskup keuskupan Timika, Jhon Sakril belum lama ini di halaman Gereja ST. Imagulata Moanemani beberapa waktu lalu. Secara umum Uskup Timika ini menyampaikan, umat menyadari bicara sedikit kerja banyak. Umat serius dengan tugas seharian, disamping tugas lain mereka jangan lupa tugas gereja. Warga tak boleh meninggalkan tugas-tugas gereja. Disamping itu, warga juga kuat berdoa. Minta kekuatan dari Tuhan, iman satu-satunnya untuk menghadapi dan menghindari hal-hal yang tidak menghasilkan. Urusan Pilkada atau partai politik itu bukan urusan masyarakat. Katanya, tugas utama mereka adalah urus keluarga, kebun, ternak dan urusan gereja. Lokasi tanah besar ini siapa yang akan kelola tanah Meuwodide ini kamu hidup disitu, kelola untuk menghasilkan sesuatu. Kombas kring stase dapat ditingkatkan dalam suasana persaudaraannya. Kamu berpikir untuk bagaimana menghilangkan rumput lembah Kamu ini. Berubah menjadi kebun atau menjadi lahan pertanian. Bekerja sama dengan pemerintah dengan instansi terkait. Ubahkan diri dari suatu keadaan mulai sekarang rajin bekerja, kalau tidak bekerja tidak usah makan. Uskup menambahkan, tak boleh menampung orang warga umat yang datang main Togel di Dogiyai. Diberi tau untuk pulang ke kampungnya sendiri. Beritau kepada mereka secara terbuka. Gereja dan pemerintah sedang berupaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan dan siap untuk mendorong warga umatnya kembali kepada kehidupan yang lebih baik, karena pemerintah juga gereja awalnya dari tungku api keluarga itu sendiri. (don)
Bagikan artikel ini



