NABIRE — Papua Tengah memasuki babak baru dalam penguatan pertahanan dan pembinaan kewilayahan. Komando Daerah Militer (Kodam) XXIX/Mambruk resmi berdiri di Provinsi Papua Tengah dengan Mayjen TNI Aminton Manurung dipercaya sebagai Panglima Kodam pertama.

Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI yang berlangsung di Lapangan Upacara Kodim 1705/Nabire, Kabupaten Nabire, Senin (5/10/2026).

Komandan Korem 173/Praja Vira Braja, Brigjen TNI Vivian Alivianto, mengatakan Kodam XXIX/Mambruk merupakan satu dari enam Kodam baru yang diresmikan secara serentak pada momentum HUT ke-81 TNI.

Mayjen TNI Aminton Manurung sebelumnya menjabat sebagai Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat (Asops Kasad).

Selain Kodam XXIX/Mambruk di Papua Tengah, lima Kodam baru yang turut diresmikan yakni Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah di Kepulauan Riau, Kodam XXVI/Mataram di wilayah DIY, Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur, Kodam XXVIII/Molku Kie Raha di Maluku Utara, serta Kodam XXX/Rinambora di NTB.

Menurut Vivian, kehadiran Kodam XXIX/Mambruk akan memperkuat pertahanan sekaligus pembinaan kewilayahan di delapan kabupaten yang berada di Provinsi Papua Tengah.

“Tetap dekat dengan rakyat, bantu selesaikan masalah masyarakat,” pesan Vivian kepada jajaran prajurit.

Ia menegaskan, momentum HUT ke-81 TNI harus menjadi pengingat bagi seluruh prajurit untuk terus menjaga loyalitas, meningkatkan profesionalisme serta menjalankan tugas dengan tulus dan ikhlas.

Peringatan HUT TNI di Nabire sendiri digelar secara sederhana namun tetap berlangsung khidmat. Kesederhanaan tersebut menjadi bentuk kepedulian TNI mengingat sejumlah wilayah Indonesia tengah menghadapi bencana.

Enam Batalyon Akan Diperkuat

Pembentukan Kodam baru juga diikuti dengan penambahan kekuatan satuan di wilayah Papua Tengah.

Saat ini telah terdapat dua batalyon, yakni Yonif 804 yang berkedudukan di Nabire dan Yonif 820 di Timika.

Selanjutnya akan dibentuk enam batalyon teritorial pembangunan tambahan. Dengan penambahan tersebut, setiap kabupaten di Papua Tengah nantinya diharapkan memiliki satu batalyon yang dapat mendukung tugas pertahanan, pembinaan teritorial maupun membantu masyarakat.

Rencananya sekitar 9 Oktober 2026, tiga batalyon akan ditempatkan di wilayah Nabire untuk selanjutnya bergerak ke Dogiyai, Deiyai dan Paniai.

Sementara tiga batalyon lainnya dari Timika akan ditempatkan di Puncak, Puncak Jaya dan Intan Jaya.

Untuk sementara, Kantor KNPI Nabire dipinjamkan sebagai tempat operasional. Dukungan tersebut diberikan Pemerintah Kabupaten Nabire sambil menunggu terpenuhinya sarana dan prasarana untuk mendukung operasional Kodam XXIX/Mambruk.

Vivian berharap dukungan pemerintah daerah terus berlanjut, termasuk dari Gubernur Papua Tengah dan para bupati di delapan kabupaten.

Prajurit Diminta Kawal Pencegahan Karhutla

Dalam kesempatan tersebut, Vivian juga mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan membakar sampah maupun membuka lahan menggunakan api.

Menurut dia, apabila pembukaan lahan terpaksa dilakukan dengan cara pembakaran, masyarakat wajib melibatkan Babinsa untuk melakukan pengawasan hingga api benar-benar padam.

Pengalaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, kata dia, menjadi pelajaran bahwa kebakaran dapat menimbulkan dampak luas bahkan hingga ke negara tetangga.

Vivian juga meluruskan informasi terkait asap yang terlihat di Timika. Menurutnya, asap tersebut dipastikan berasal dari wilayah Papua Selatan, khususnya Merauke.

Gubernur: TNI Harus Terus Dekat dengan Rakyat

Sementara itu, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyampaikan apresiasi atas pengabdian TNI dan Polri dalam memberikan rasa aman sekaligus membantu masyarakat.

Hal itu disampaikan Meki saat menghadiri peringatan HUT ke-81 TNI di Nabire, Senin (5/10/2026).

Meki menilai TNI dan Polri merupakan bagian penting dari kekuatan negara yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

“Seluruh pelayanan, melayani masyarakat tanpa pamrih untuk mempertahankan negara dan bangsa ini,” ujar Meki.

Ia menyampaikan terima kasih atas dedikasi serta perhatian TNI kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, khususnya dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan.

Menurut Meki, pengabdian aparat negara tidak hanya berbicara tentang tugas hari ini, tetapi juga menyangkut masa depan generasi berikutnya.

“Bapak-Ibu perlu ingat bahwa apa yang kita kerjakan hari ini akan dinikmati oleh anak-anak kita ke depan. Maka itu, terima kasih,” tuturnya.

Meki kemudian mengajak seluruh prajurit TNI untuk terus mengedepankan semangat pengabdian, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Selamat ulang tahun ke-81 dan tetap jaya ke depan untuk membangun, menolong, dan melayani masyarakat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Kodam XXIX/Mambruk

Wilayah tugas: Provinsi Papua Tengah, berkedudukan di Nabire.

Panglima pertama: Mayjen TNI Aminton Manurung.

Nama Mambruk: Diambil dari nama burung khas Papua yang dikenal memiliki mahkota di kepalanya dan dimaknai sebagai simbol kesetiaan serta kepemimpinan.

Peresmian: 5 Oktober 2026, bersamaan dengan lima Kodam baru lainnya dalam rangkaian HUT ke-81 TNI. (Ist)