UKW Bagi 16 Wartawan Papua Resmi Ditutup
NABIRE - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Sayid Iskandarsyah bersama pengurus dan pihak sponsor serta panitia secara resmi menutup Uji Kompetensi Wartawan (UKW), yang digelar di Hotel Fox Paldam Jayapura.
NABIRE - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Sayid Iskandarsyah bersama pengurus dan pihak sponsor serta panitia secara resmi menutup Uji Kompetensi Wartawan (UKW), yang digelar di Hotel Fox Paldam Jayapura.
Kegiatan UKW didukung dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), masing-masing Mining Industry Indonesia (MIND ID) dan PT Jamkrindo selama 2 hari itu, diikuti sebanyak 16 peserta, dengan rincian, wartawan muda enam orang, wartawan madya empat orang dan wartawan utama enam orang. Pelaksanaan UKW ini PWI juga berkerja sama dengan Forum Humas BUMN, mengambil tema ‘Menciptakan Wartawan Profesional dan Berakhlak’.
Untuk tingkat Papua secara resmi dibuka Kadiskominfo Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto mewakili Gubernur Papua, dihadiri Sekjen PWI Pusat Sayid Iskandarsyah, Wasekjen PWI Pusat, Raja Parlindungan Pane, Sekretaris PWI Papua Erwin Senduk, Pejabat Sementara Ketua Papua Pegunungan Jean Bisay, perwakikan MIND ID Avindra, perwakilan Jamkrindo Syamsul Ma’arif dan Novri Lomo, serta para penguji M. Noeh Hatumena (PWI Pusat Jakarta), Andi Faisal Syam (Sulawesi Selatan) dan Abdul Munib (Papua).
Kadiskominfo Papua saat pembukaan mengatakan, Pemprov Papua sangat mendukung kegiatan UKW. Dirinya berharap dengan adanya UKW ini bisa meningkatkan kompetensi wartawan yang ada di Papua, sehingga bisa menjalankan tugasnya secara profesional.
Lanjutnya, bangsa ini sebentar lagi menghadapi pesta demokrasi, yakni Pilpres dan Pileg 2021. Ia berharap pers harus bisa menjaga pesta demokrasi itu agar berjalan netral dan mengawalnya sampai selesai.
Diharapkan semua peserta bisa lulus dalam UKW, sehingga kredibilitas wartawan di Bumi Cenderawasih jauh lebih baik serta profesional dibanding sebelumnya.
Saran dan masukan dari Pers terhadap kebijakan pemerintah daerah dinilai sangat berharga sebagai modal pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua. Untuk itu, dirinya sangat berterima kasih kepada pihak PWI Pusat dan PWI Papua dengan dilaksanakannya UKW di Jayapura.
“Saya berharap PWI Pusat dan PWI Papua khususnya, dapat terus bekerja sama dengan pemerintah daerah Papua untuk mewujudkan pemberitaan yang akuntabel. Independen, dan dapat dipercaya,” tuturnya.
Sementara itu, Sekjen PWI Pusat Sayid Iskandarsyah menyampaikan, UKW merupakan program utama PWI pusat di era kepengurusan baru Ketua Umum (Ketum) Hendry CH Bangun. “Dalam kampanye pak Ketum sebelum terpilih adalah bagaimana meningkatkan kualitas dan kapasitas wartawan,” kata Sayid.
UKW ini merupakan bagian dari upaya PWI pusat untuk meningkatkan kualitas wartawan sesuai harapan Ketum PWI Pusat. “Saya berharap agar semua peserta sungguh-sungguh mengikutinya sehingga bisa kompeten. Peserta harus mengikutinya dengan sesungguh hati,” katanya.
Peserta harus bangga bisa mengikuti UKW, karena persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi peserta sangat banyak. Sayid berharap semua peserta bisa lulus.
Sedangkan M. Noeh Hatumena mewakili penguji mengatakan, kompetensi wartawan sangat penting agar karyanya bisa dipertanggungjawabkan dan dihargai masyarakat.
Kompetensi bukan saja dibutuhkan di organisasi PWI. Di segala bidang di era sekarang, kompetensi menjadi yang utama dalam menjalankan profesionalismenya. Lelaki yang pernah menjadi Kepala Kantor Berita Antara di Papua ini menambahkan bagi mereka yang tidak lulus harus sabar dan jangan berkecil hati.
Noeh berharap dengan diikutinya UKW ini, wartawan jangan ada lagi yang terjerat hukum. Karena di UKW itu bukan hanya soal materi berita yang dibahas. Tetapi, juga undang-undang pokok pers dan kode etik jurnalis.
Semantara itu, Avindra dari MIND ID mengatakan perusahaan tempat ia bekerja sangat senang ikut berpartisipasi dalam meningkatkan pendidikan wartawan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Papua yang ikut mendukung UKM.
“MIND ID mendukung program ini. Terima kasih kepada PWI Papua dan PWI Pusat,” kata Avindra singkat. Sementara perwakilan Jamkrindo di Jayapura, Syamsul Maarif berharap agar UKW di Jayapura bisa melahirkan wartawan profesional.
Ia mengatakan kepada peserta selamat menempuh UKW. Sehingga pesertanya menjadi lebih profesional dalam menjalankan tugasnya. “Jamkrindo itu bergerak di bidang peningkatan UMKM. Mudah-mudahan wartawan di Papua bisa meningkankan pemberitaan UMKM di Papua, khususnya Jayapura. Sehingga UMKM di Papua lebih maju dan lebih berkembang. Ia juga berharap agar kerja sama dengan PWI dapat terus berlangsung,” cetusnya.
Dalam UKW ini, seluruh peserta terlihat antusias mengikuti arahan dari ketiga penguji. Peserta juga terlihat sangat serius dan teliti mengikuti soal-soal yang disampaikan para penguji. Dan hasil akhir dari UKW tersebut, 15 peserta dinyatakan lulus dan 1 peserta tidak alias gagal.(wan)
Bagikan artikel ini



