PANIAI - Kekurangan guru di Kabupaten Paniai, menjadi perhatian pemerintah setempat. Pengangkatan tenaga kontrak dianggap menjadi salah satu solusi terdesak untuk mengatasi permasalahan tersebut. 

Lantaran itu, di masa pemerintah Meki Nawipa gandeng Indonesia Cerdas dan Paidea guna memboyong 60 orang jebolan sejumlah universitas di Indonedia. Salah satunya Universitas Pelita Harapan. 

Tak hanya itu, Bupati Meki mengaku pihaknya akan menabah 10 orang tenaga pendidik yang kini sedang mengikuti training di Makasar, yang notabene mereka adalah putra/i asli Paniai.

“Sebagai tahap pertama kami datangkan 60 guru kontrak dari luar ditambah 10 orang asli Paniai yang sementara ini sedang mengikuti training di Makassar. Maka untuk tahun ini tahap pertama kami kontrak sebanyak 70 orang,” jelas Bupati Paniai, Meki Nawipa melalui chat WhatsApp kepada Papuapos Nabire, Selasa (11/8/21).

Tenaga pendidik yang dikontrak ini, Bupati Meki menyebutkan akan ditempatkan di jumlah tempat yakni Enarotali, Epouto, Obano, Kebo, Pasir Putih, Komopa.  Alokasi guru akan disesuaikan dengan kebutuhan guru masing-masing sekolah yang akan dituju.

“Iya guru kontrak ini mereka akan mengajar di TK, SD dan SMP dituju titik tadi,” sahut Bupati Meki.

Dia menambahkan, untuk tahap kedua Pemda Paniai akan mengontrak 50 orang, paling lambat pada bulan Oktober mendatang.

“Tahap kedua 50 orang lagi, pada bulan September Oktober.  Tenaga guru kami sangat membutuhkan sekali untuk menutupi kekurangan guru yang berbuntut selama ini,” akunya.

“Hanya melalui pendidikan dan guru yang empunyai komitmen membangun manusia dan negeri kita,” kata Bupati Meki.

Dalam video berdurasi 7 detik yang diterima media ini, 60 guru kontrak tersebut mengucapkan yel-yel memperlihatkan kesedian dan kesiapan mereka dengan menyebut “Paniai kami datang”. (eby)