JAYAPURA - Pemberian tunjangan profesi guru bagi yang telah tersertifikasi serta khusus yang mengabdi di daerah terpencil menjadi perhatian pemerintah. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga guru lebih kompeten, profesional, terlindungi. “Dan pada gilirannya lebih sejahtera, mulia, dan bermartabat,” kata Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty, saat peringatan HUT ke-72 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2017, di Jayapura, Selasa (28/11/2017). Menurut dia peringatan hari guru sebagai titik evaluasi yang strategis bagi pengambilan kebijakan pemerintah. “Namun demikain harus diakui, masih banyak persoalan guru yang belum sepenuhnya teratasi,”kata Elia. Elia menyebutkan guru  yang memiliki keahlian ganda memenuhi kebutuhan pendidikan kejuruan akan terus ditingkatkan bersamaan dengan program Guru Garis Depan untuk mencapai pemerataan pendidikan yang berkualitas. "Namun demikian, perlu kita sadari bersama, secara konstitusional mendidik adalah tanggung jawab negara, tetapi secara moral merupakan tanggung jawab kita bersama,” katanya. Sergius Womsiwor, Guru di Korowai, Papua, mengatakan saat ini dirinya menangani 450 siswa dan menjadi kepala sekolah di delapan sekolah. “Namun tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah daerah,” kata Sergius. Kondisi di Korowai itu menunjukan citra buruk pemerintah Papua di sektor pendidikan. Sergius minta pemerintah daerah memperhatikan pendidikan di Korowai dengan memberikan dana operasional dan fasilitas lainnya. "Kami butuhkan akses yang sama seperti masyarakat Papua lainnya, ini yang harus menjadi perhatian pemerintah," ujarnya. (ist)