NABIRE - Tuhan mengutus seorang imam yang peduli dengan umat setempat di paroki yang dipimpinnya. Kalau imam-imam yang lain memang juga bisa dan mereka perhatikan tetapi fokus pada perayaan ekaristi dan sakramen-sakramen yang lain di dalam. 

“Kita aplos kepada Pastor Geryy niatnya, kepeduliannya, kesabarannya, cintanya, semua ada di sini, semua ada di umatnya, sekali lagi kita beri aplos,” kata Ketua Yayasan Rumah Singgah Woo Enakaita, Yosep Minai, Minggu(1/5/22) seusai ibadah pemberkatan Yayasan Rumah Singgah SP1 Jalan Irigasi Jalur 3.

Dikatakan Minai, ini bersyukur selama dirinya menjadi Pastor Paroki Santo Yosep Nabar, banyak terobosan-terobosan yang dibuat demi kebaikan umat. Lebih khusus dirinya kosentrasi pada anak-anak jalanan dan barang ini, tanah ini. 

“Tidak tahu dia ambil uang dari mana, dia beli setelah beli baru dia kasih tunjuk kepada kami yang lain barang sudah beli jadi bagaimana kita laksanakan tetapi bimbingannya, yang sekarang model seperti ini, inilah seorang pastor atau misonaris yang membuat umatnya, dilayani umatnya dibimbing hingga kini saatnya terima kasih Pastor Gerry,” ujarnya.

Lanutnya, tadi disampaikan dalam khotba dengan mengambil contoh seorang imam mau menjadi uskup di Roma tetapi dia turun kembali bermain dengan anak-anak jalanan. Kata dia, membuat sekolah ini sebagai sebuah petunjuk dilaksanakannya. Sekarang ini kepengurusannya sudah dibuat, dan sebagai Ketua Yayasan sementara dirinya masih menunggu proses SK akte notaris.

“Tapi prosesnya dalam waktu dekat ada informasi dari pihak akte notaris. Dan sekolah ini tadi saya sudah tangkap khotbah dari pastor bahwa sekolah itu, dan sekolah yang ada di sini bukan dari paroki tapi di luar dari paroki. Pengurusnya kelompok tapi dibawahnya naungan gereja tapi tidak urusan dengan paroki jadi ada kelompok yang urus barang ini,” ujarnya.

Dalam kepengurusan kedepan, dirinya berharap kontribusi dan partisipasi dari umat. Kontribusi dan partisipasi dalam artian saran, pendapat, masukan, finasial makan minum dan sebagainya. Karena sekolah ini adalah sekolah yang baru dari awal itu orang kewalahan.

“Mari kita bekerja sama, tidak hanya mengharapkan kepada pengurus tetapi mari bersama-sama bagi anak-anak yang orang tuanya miskin, anak piatu, anak yatim piatu usia kecil-kecil,” harapnya. (modes)