NABIRE- Bertempat di rumah kediaman BRIPKA Hasan Mahmud/Ibu Syamsirawati, Kelurahan Oyehe, Persatuan Warga Sinjai Bulukumba Kabupaten Nabire atau lebih dikenal dengan sebutan To Sinjai Na Bulukumba di singkat  To‘ SIBA Nabire melaksanakan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H (Minggu, 18/1).Dalam sepatah katanya, Ketua TO’ SIBA Nabire, Muh. Nasir didampingi Sekretarisnya, Aswadi Hamid mengungkapkan rasa syukurnya atas penyelenggaraan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H/2015 M yang terselenggara atas dukungan dan partisipasi aktif dari Keluarga Besar Persatuan Warga Sinjai Bulukumba yang berdomisili di Kabupaten Nabire. “Sebagaimana tema yang terpajang di hadapan kita semua, kami mengajak untuk memperkuat persatuan dan kesatuan diantara kita. kita pahami bersama bahwa organisasi dibentuk untuk membangun komitmen, kesepakatan, bekerja keras, bergerak bersama untuk kepentingan kebersamaan namun bukan untuk saling menggembosi, saling menjatuhkan dan terpecah belah antara satu dan lainnya,” tuturnya.“Hal ini digambarkan pada Perahu Phinisi sebagai perahu yang kokoh dan kuat, dengan bentangan layarnya mampu untuk mengarungi luasnya samudera. namun, dibalik semua itu, tersimpan sebuah rahasia, kekuatan yang tersembunyi yang dapat dijadikan keteladanan dalam mengarungi kehidupan sosial kemasyarakatan sehari – hari,” tambahnya.“Perahu Phinisi dibuat secara bersama - sama dengan saling mengisi dan berbagi peran, demikian halnya apabila menghadapi gelombang lautan, juga ditaklukkan secara bersama – sama.  Tak ada yang saling meninggalkan, tak ada yang saling menyalahkan,” ujarnya.Dalam kelakarnya, Muh Nasir menyatakan bahwa percuma ada rasa cinta kalau kita masih terpecah belah, percuma ada rasa rindu kalau kita tidak bersatu. Dan ungkapan ini mendapatkan sambutan tepuk tangan dari para warga dan undangan yang hadir.Pada kesempatan tersebut, Ketua To’ SIBA Nabire, Muh. Nasir mengutip pesan : Mali Siparappe, Tallang Sipahua. Ungkapan ini merupakan pesan dari suku bugis konjo yang menyatakan sikap batin masyarakat untuk mengemban amanat persatuan warisan leluhur di dalam mewujudkan keselamatan bersama demi terciptanya tujuan pembangunan lahir batin, materiil, spirituiil, dunia dan akhirat.  Dan juga mengutip pesan Bung Karno bahwa tidak ada persatuan dan kesatuan tanpa silaturrahim, tidak ada kekuatan tanpa persatuan dan kesatuan, tanpa persatuan dan kesatuan, nantinya akan mudah digoyahkan. oleh karenanya, bersatulah, bersatulah dan bersatulah.Lebih lanjut dikatakan Muh. Nasir, membangun kebersamaan antar warga masyarakat tidak semudah membalik telapak tangan namun bukan berarti tidak bisa. sebab, apabila ada kemauan yang tinggi, kami yakin kita pasti bisa bersama dan segala sesuatunya dapat kita hadapi karena dengan kebersamaan kita pasti bisa.“Sebab jelas kita mempercayai bahwa de’ nalabu essoe ri tengngana bittarae yang artinya bahwa tak akan tenggelam matahari di siang hari. Jika pekerjaan itu sudah dijalani berbekal niat dan ketulusan hati, kerja keras, hitung-hitungan yang benar dan mengharap Ridho Allah SWT maka segenap hasilnya kita serahkan kepada yang Maha Kuasa,” pungkas Muh. NasirPada kesempatan tersebut, Ketua TO’ SIBA Nabire mengajak kepada Undangan yang hadir pada umumnya dan warga Sinjai Bulukumba Kabupaten Nabire pada khususnya, untuk memperkuat asse’ding-se’dingeng (persatuan dan kesatuan, red), berbuat dengan hati dan bukan sesuka hati sehingga tidak ada dusta diantara kita. Turut hadir dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh To’ SIBA Nabire itu diantaranya KAPOLRES Nabire yang diwakili oleh AKP Fahri, A.Md, Komandan KODIM 1705/PN yang diwakili oleh Kapten Inf. Mursalim Ahmad, Ketua BAZDA Nabire, H. Dahlawi Lubis, S. Ag, MM.Pd, Ketua BPD KKSS Kab. Nabire yang diwakili oleh Hansari, S.Sos, M.Si beserta jajaran Pengurus Harian lainnya, Ketua Dewan Pakar BPD KKSS Kab. Nabire, Amirullah Hasyim, S.IP, MM, Ketua BPC IWSS Nabire, Hj. Katherine Maruanaya Jabal Nur beserta Jajarannya, Dewan Penasehat Kerukunan Keluarga Besar Maluku Utara, Drs. H. Umar Katjili beserta Ibu, Dewan Penasehat Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara, Zainuddin Oge beserta Ibu, Pengurus Kerukunan Keluarga Gorontalo (KKG) Ketua Badan Pilar KKSS yang terdiri dari Ikatan Keluarga Makassar (IKAMA), Himpunan Keluarga Maros (HIKMAS), Kerukunan Keluarga Pangkep (KKP), Kerukunan Keluarga Luwu (KKL), Kerukunan Keluarga PASIRAPI, Kerukunan Keluarga Soppeng Wajo (KKSW/To’ Sonawa), Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB), Himpunan Keluarga Massenreng Pulu (HIKMA) Kelompok Masyarakat Bone Barat (KM. Labobar), segenap warga yang terhimpun dalam wadah To‘ SIBA Kabupaten Nabire yang tersebar merata diseluruh penjuru wilayah pemerintahan Nabire dan undangan lainnya yang memadati tempat kegiatan berlangsung. (iing elsa)