Timsel Bawaslu Papua Tengah Diminta Adil dan Jujur
NABIRE - Rekrumen calon anggota Bawaslu Provinsi Papua Tengah diharapkan sesuai prosedur dan selektif. Serta mengutamakan asas jujur, adil, serta mengutamakan kepentingan banyak orang.

NABIRE - Rekrumen calon anggota Bawaslu Provinsi Papua Tengah diharapkan sesuai prosedur dan selektif. Serta mengutamakan asas jujur, adil, serta mengutamakan kepentingan banyak orang.
Demikian dikatakan Kepala Suku Besar Wate, Alex Raiki, dalam keterangan persnya yang disampaikan kepada Papuapos Nabire.
Alex Raiki meminta tim seleksi melihat daerah ini, karena provinsi baru membutuhkan figur-figur yang bertanggung jawab bagi daerah ini. Karena di Provinsi Papua Tengah ada 8 kabupaten. Kalau boleh semua calon Bawaslu adalah putra-putri asli wilayah adat Meepago, Saireri dan Lapago, karena ini masing-masing provinsi dengan perangkatnya mengatur dirinya sendiri.
“Saya selaku Kepala Suku Besar Wate di Kabupaten Nabire juga minta untuk utamakan kearifan lokal, provinsi yang berada di Kabupaten Nabire kalau bisa harus ada putra-putri asli Nabire yang berkompeten dan cerdas juga duduk di Bawaslu,” harapnya.
Kata dia, kita harus ingat bahwa potensi konflik di pesta demokrasi biasanya ada di penyelenggara Pemilu seperti KPU dan Bawaslu. Untuk meredam kondisi ini, panitia seleksi diminta agar lebih jeli melihat itu.
“Saya minta Kabupaten Nabire ini harus aman di pesta demokrasi 2024 mendatang. Calon-calon kontestan yang ikut dalam kompetisi pesta
demokrasi harus berjiwa besar, dan siap kalah, siap menang, serta siap mental,” tandas Alex Raiki, pemilik hak ulayat Kota Nabire yang juga merupakan tokoh adat di Nabire.
Ditambahkan dia, jangan ada intervensi dari pihak manapun terhadap tim seleksi. Sehingga tim seleksi benar-benar netral, serta mengacu pada data kependudukan. Seperti KTP yang berdomisili tinggal di provinsi lain jangan datang ikut mengacaukan daerah ini. (ist)
Bagikan artikel ini



