DOGIYAI - Selasa (7/4) lalu, digelar pertemuan di ruangan Sekda Dogoyai dengan melibatkan tokoh masyarakat (Tomas) Mapia. Pertemuan ini membahas terkait tidak dilibatkannya tim medis dan Tripika dalam Satgas Covit-19 Kabupaten Dogiyai. Rapat juga dihadiri Sekda Dogiyai, Drs. Petrus Agapa, Kapolsek Mapia, Kadistrik Mapia, perwakilan Danramil Mapia, Kepala Puskesmas Bomomani, sejumlah anggota DPRD Dogiyai dan tokoh masyarakat. Aspirasi dari masyarakat Mapia yang disampailan Kepala Disrtik Mapia, Yohanes Butu,A.md S.sos bahwa selama pembentukan Satgas Covid-19 Kabupaten Dogiyai tidak pernah dilibatkan. Mapia seakan dianaktirikan oleh Kabupaten Dogiyai. Sedangkan Mapia merupakan pintu masuk empat kabupaten dan wilayah Mapia sangat luas ada 5 distrik dan juga di Mapia mempunyai tenaga medis yang bisa membantu kegiatan tersebut. Menanggapi aspirasi itu, Sekda Dogiyai, Drs. Petrus Agapa mengatakan, pembentukan Satgas mendadak sehingga tidak melibatkan Distrik Mapia. Satgas Covid-19 yang bertempat di KM100 tersebut SKnya telah dikeluarkan tanggal 5 April dan akan dibuat Gugus Tugas Covid-19 yang diketuai Bupati Dogiyai dan Distrik Mapia akan dilibatkan dalam gugus tugas tersebut dan akan membuat 1 pos di wilayah Mapia. Menurut tokoh-tokoh masyarakat Mapia akan melakukan aksi palang jika Distrik Mapia tidak dilibatkan dalam Gugus tugas covit-19 yang akan dibentuk di Kabupaten Dogiyai. (ros)