NABIRE - Penjabat Sekertaris Daerah (Pj Sekda) Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG., MH.Kes, Kamis (13/8/26), secara resmi membuka kegiatan Monitoring Meja Semester I (Januari hingga Juni) Tahun Anggaran (TA) 2026, yang merupakan kegiatan evaluasi rutin yang dilakukan instansi atau pemerintah daerah untuk menilai progres fisik dan penyerapan keuangan suatu program.

Silwanus Sumule saat membacakan sambutan Gubernur Meki Nawipa, SH mengatakan monitoring meja merupakan elemen yang sangat penting dalam pengendalian pembangunan daerah. 

“Dengan monitoring yang baik, kita dapat memastikan bahwa semua program dan kegiatan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Ini adalah langkah strategis untuk mencapai sasaran yang diharapkan dan memastikan bahwa sumber daya yang tersedia digunakan secara efisien dan efektif dan tanpa adanya monitoring yang baik, kita berisiko berhadapan dengan masalah yang tidak terdeteksi,” ujarnya. 

Imbuhnya, masalah ini dapat berujung pada kesalahan, penundaan atau bahkan kegagalan dalam pelaksanaan program dan kegiatan. Oleh karena itu, pelaksanaan monitoring meja ini menjadi sangat penting, terutama mengingat sudah berada pada semester I (bulan Januari sampai Agustus) tahun anggaran ini.

“Kehadiran kita di sini adalah tanda komitmen kita dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab demi kemajuan daerah yang kita cintai karena saat ini, daya serap anggaran kita 33,37 persen per 11 Agustus 2026, berada dalam kategori rendah Ini harus menjadi perhatian kita semua,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan kepada para Pejabat Pembuat Komitmen (PPTK) untuk mempercepat proses pengadaan. Penting untuk selalu mematuhi regulasi yang ada serta mengutamakan produk dalam negeri dalam setiap pengadaan yang dilakukan dan juga harus mendorong semua pihak untuk segera melaporkan permasalahan yang ada kepada tim Monitoring Meja. 

Dengan komunikasi yang baik dan laporan yang cepat, kita dapat mengambil tindakan yang tepat dan cepat agar tidak menghambat pelaksanaan program yang sudah direncanakan.

“Terkait dengan pelaporan pelaksanaan kegiatan, saya ingin menekankan bahwa masih ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang progres realisasi anggarannya masih dibawah 50 persen. Untuk itu, saya mengingatkan seluruh kepala OPD untuk mempercepat sisa kegiatannya, supaya sesuai dalam penyerapannya,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa keterlambatan dalam pelaporan tidak hanya menghambat proses monitoring, tetapi juga dapat berdampak pada evaluasi kinerja secara keseluruhan.

Saat ini, telah tersedia Aplikasi https://dalevbang.papuatengahprov.go.id dirancang untuk memudahkan yang monitoring perkembangan penyerapan dana. “Saya harap setiap OPD dapat memanfaatkan aplikasi ini sebaik-baiknya untuk mendukung proses E-Monitoring dan evaluasi. Dengan adanya aplikasi ini, kita dapat melakukan pemantauan secara real-time dan memastikan bahwa semua kegiatan berjalan sesuai rencana,” tambah Sekda.

Ia juga menjelaskan, setelah monitoring meja ini, akan dilaksanakan sesi laporan perkembangan realisasi penyerapan dana dan pencapaian target keluaran dari setiap OPD. Hal ini menjadi bagian penting dalam penilaian kinerja OPD. 

“Saya meminta agar seluruh laporan OPD disampaikan dengan transparan dan akuntabel. Keterbukaan dalam pelaporan akan sangat membantu dalam mengidentifikasi masalah dan mencari solusi yang tepat untuk meningkatkan kinerja kita,” katanya.

Kunci keberhasilan dalam pengelolaan pembangunan daerah terletak pada pengendalian dan evaluasi yang terencana. Dengan langkah-langkah yang terorganisir kita dapat memantau kemajuan, mengidentifikasi penyimpangan serta mengelola risiko dengan lebih baik. Selain itu, dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada dan meningkatkan transparansi akuntabilitas dalam setiap kegiatan.

“Mari kita semua berkomitmen untuk menerapkan pengendalian program yang efektif demi mencapai hasil yang diharapkan. Bersama-sama, kita bisa mewujudkan Papua Tengah Emas Adil, Berdaya Saing, Bermartabat, Harmonis, Maju dan Berkelanjutan,” tandasnya. (rob)