Terancam Nganggur, TKBM Nabire Tolak Kehadiran PT. Pelindo
NABIRE – Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) melakukan aksi damai di Pelabuhan Nabire, Selasa (18/7/23) lalu. Para TKBM ini menyuarakan aspirasi menolak PT. Pelindo beroperasi di Pelabuhan Samabusa Nabire.

NABIRE – Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) melakukan aksi damai di Pelabuhan Nabire, Selasa (18/7/23) lalu. Para TKBM ini menyuarakan aspirasi menolak PT. Pelindo beroperasi di Pelabuhan Samabusa Nabire.
Saat dikonfirmasi media ini, Kepala TKBM Nabire, Sostenes Rumbewas, Rabu (19/07/23), mengatakan, dirinya klarifikasi kegiatan aksi penolakan terhadap PT. Pelindo yang datang ke Nabire dan survey lokasi Pelabuhan Samabusa yang nantinya akan masuk dan mengelola kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Nabire. Dirinya sebagai pimpinan TKBM maupun seluruh staf dan anggota Koperasi TKBM yang berjumlah 260 orang, dengan tegas menolak PT. Pelindo beroperasi di Pelabuhan Samabusa Nabire.
Alasan penolakan, jelas Sostenes, karena kalau PT. Pelindo masuk dan beroprasi di Pelabuhan Nabire dan mengelola kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Nabire otomatis anggota Koperasi TKBM yang berjumlah 260 orang akan kehilangan lapangan pekerjaan.
Karena tentu PT. Pelindo akan masuk dengan peralatan yang canggih. Dan PT. Pelindo akan menguasai semua lini, baik itu dari dermaga sampai di lapangan.
“Alat tersebut akan bergerak sendiri dan anggota TKBM dari 260 orang akan nganggur atau hilang pekerjaan karena PT. Pelindo tersebut memakai alat yang super canggih,” ujarnya.
Sostenes Rumbewas menambahkan, dirinya sebagai pimpinan dan anggota ebrniat dan bertujuan menolak PT. Pelindo.
“Sehingga kemarin sempat kami membuat aksi damai. Kebetulan tim survey dari PT. Pelindo sempat berada di areal pelabuhan, sehingga kami membuat aksi demo damai biar mereka bisa tahu untuk kami menolak PT. Pelindo,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, pihaknya akan tetap mengawal masalah ini sampai harus ada jawaban. Pihaknya juga akan membuat surat tertulis yang akan disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Nabire maupun ke Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
“Harapan kami kepada pemerintah pusat maupun daerah untuk bisa bantu memikirkan masyarakat kecil. Sehingga angka pengangguran bisa menurun. Kalau sampai tidak begitu, berarti para pemuda yang berada khusus di wilayah Nabire akan bertambah penganggurannya,” kata dia. (rob)
Bagikan artikel ini



