NABIRE - Telah dibangun jembatan sambung atau darurat di ujung Jembatan Kali Siriwini yang rusak dan longsor pada malam Selasa (8/10/25) malam yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Untuk melewati jembatan darurat ini semua pengendara diingatkan mengantre baru bisa lewat.

Sebab jembatan darurat yang dibangun atau dibuat oleh salah seorang orang tua ini sebagai jembatan darurat yang bisa dilewati kendaraan roda dua dan juga pejalan kaki. Sebab, Jembatan Kali Siriwini saat putus akibat gempa bumi pada bulan Septembr lalu hingga saat ini belum juga ada perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Untuk itu, beberapa orang pengendara motor yang enggan namanya disebutkan yang ditemui Papuapos Nabire, Rabu kemarin di sekitar Jembatan Siriwini menuturkan, sangat mulia hati orang tua yang sudah datang dan membangun jembatan darurat ini. 

Karena, menurutnya, sudah tiga Minggu ini para pelajar SMA Negeri 3 dan anak-anak SD Inpres Siriwini serta SMP dan SMA/SMK lain harus transit lagi baru bisa tiba di sekolah.

Dengan demikian walaupun dikatakan jembatan darurat, akan tetapi besar manfaatnya bagi orang tua murid, karena anak-anak sekolah sudah tidak transit lagi dan kepada orang tua yang membangun jembatan darurat ini pantas diacungkan jempol, lantaran kepeduliannya yang sangat luar biasa.

“Kami sebagai orang tua murid hanya meminta perhatian yang serius dari pemerintah kabupaten maupun provinsi, karena jembatan Siriwini bawah yang baru rusak ini masuk kategori tanggap darurat yang rusak akibat gempa bumi, namun hingga saat ini belum juga ada perhatian,” tandasnya.(des)