NABIRE - Tantangan yang akan dihadapi untuk Pemilukada di Provinsi Papua Tengah meliputi politik identitas, politik uang, ujaran kebencian, hoax, netralitas ASN, potensi konflik antar pendukung pasangan calon, sengketa hasil Pemilu. Menjadi tanggung jawab bersama untuk mensukseskan Pemilukada secara baik dan benar di Provinsi Papua Tengah yang menjadi salah satu provinsi baru di Indonesia.


Hal ini seperti dikatakan Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk dalam sambutannya pada Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah tahun 2024, yang digelar Selasa sore (24/09/2024) di Taman Gizi, Oyehe Nabire.


Lanjut Ribka Haluk, bulan November nanti akan menjadi sejarah dengan dilaksanakannya pemilihan kepala daerah untuk pertama kalinya, dan hal ini tentunya menjadi peristiwa besar bagi Provinsi Papua Tengah, yang akan menentukan arah pembangunan lima tahun kedepan.


"Oleh karena itu menjadi tanggung jawab kita bersama, untuk mensukseskan pelaksanaan pemilihan ini, secara baik dan benar," ucapnya.


Tegas Ribka, terkait pelaksanaan Pemilu dan Pemilukada tahun 2024, tantangan tersebut meliputi politik identitas, politik uang, ujaran kebencian, hoax, netralitas ASN, potensi konflik antar pendukung pasangan calon, sengketa hasil Pemilu dan situasi lainnya yang dapat menggangu kelancaran pelaksanaan Pemilu dan Pemilukada 2024.


Indeks Kerawanan Pemilu (IKP), yang diterbitkan oleh Bawaslu sebelum terbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB), wilayah Provinsi Papua, Provinsi Papua Barat, masuk dalam kategori rawan sedang, selain itu dalam IKP di tingkat kabupaten/kota beberapa daerah di wilayah Papua Tengah seperti Intan Jaya, Puncak, Mimika dan Nabire, masuk dalam kategori rawan tinggi.


Puji syukur kehadirat Tuhan, oleh karena dari tahapan persiapan dan penyelenggara berlangsung aman, lancar dan damai, dan Provinsi Papua Tengah diberikan penghargaan khusus oleh KPU RI sebagai penyelenggara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dan Pemilu terbaik se-Indonesia.


"Tentu ini kerja keras kita bersama sebagai, dari semua pihak dan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat yang saya cintai dan ada di 8 kabupaten di Papua Tengah," ucapnya.


Pemprov ucapkan terimakasih kepada 8 kabupaten di Provinsi Papua Tengah, dan aparat keamanan serta penyelenggara KPU dan Bawaslu, tokoh agama dan semua pihak terkait dan bersinergi karena telah menyelenggarakan Pemilu sampai selesai.


"Pelaksanaan pemilihan umum adalah wujud, kedaulatan rakyat yang diselenggarakan secara umum, bebas dan rahasia, jujur dan adil dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berlandaskan Pancasila serta Undang Undang Dasar 1945," pungkasnya.(edi)