NABIRE - Sosialisasi Antenatal Care (ANC) Terintegrasi Dinas kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Papua Tengah, untuk melakukan pelatihan ANC terintegrasi dan tujuan pelatihan ini untuk melakukan sosialisasi tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan sebelum proses persalinan itu terjadi.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Papua Tengah, dr. Silwanus A. Soemoele, Sp.OG(K).,MH.Kes, dalam wawancaranya bersama Papuapos Nabire, Senin (16/12/2024) mengatakan, kenapa dirinya membuat kegiatan tersebut, karena angka kematian ibu di Indonesia masih sangat tinggi termasuk di Papua, dan angka stunting juga tinggi, lantas apa hubungannya dengan stunting. Untuk bisa melakukan pencegahan untuk tidak terjadi kejadian stunting dimulai pada saat ibu itu hamil.

"Walaupun idealnya kita harus mulai dari saat remaja wanita, tapi saat ini yang kita mulai adalah mulai pada saat ibu hamil, sampai 2 tahun sudah dia melahirkan. Untuk kita menurunkan angka stunting, tetapi di sisi lain kita melakukan ini agar ibu-ibu yang hamil pada saat melahirkan dan pada saat hamil dia dalam kondisi yang sehat," ujarnya.

Dirinya menambahkan, dengan melakukan ANC secara terintegrasi, diharapkan 6 kali ibu hamil itu berkunjung ke Puskesmas, dari 6 kali dilakukan kunjungan 2 kali dia harus bertemu dengan dokter dan pada saat bertemu dengan dokter sebanyak 2 kali ia harus dilakukan pemeriksaan USG.

Sementara untuk yang keempat, lagi itu harus melakukan pemeriksaan menyeluruh. Apakah ada TBC, ada kencing manis, ada preeklamsia, ada penyakit-penyakit infeksi, seperti malaria, HIV dan sebagainya dan kalau sudah melakukan pemeriksaan selama 6 kali, diharapkan ada rekomendasi yang dikeluarkan oleh dokter, untuk ibu bisa melahirkan di Puskesmas atau harus melahirkan di rumah sakit.

"Dari pelatihan ini adalah untuk membantu dokter-dokter, agar bisa sedini mungkin apakah ada kelainan, apakah ada masalah pada ibu hamil, tujuan akhirnya satu agar ibu melahirkan dalam kondisi yang normal," ucapnya.

Adapun yang hadir dalam pertemuan ini, kurang lebih ada 20 dokter umum, 90 bidan dan masih melakukannya di Kabupaten Nabire, namun tiga minggu yang lalu Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua Tengah melakukan di Mimika dan itu sama 90 bidan dan 20 dokter umum.

Dirinya, juga mempunyai harapan besar untuk seluruh bidan, dan seluruh dokter-dokter di Provinsi Papua Tengah terpapar dengan organik, agar angka kematian itu bisa rendah dan bisa tekan sedini mungkin.

Yang memberikan pelatihan ini adalah tenaga narasumber yang mempunyai kompetensi. Jadi Dinkes Papua Tengah bekerjasama dengan persatuan dokter, kebidanan dan K2 di Provinsi Papua induk, ditambah dengan dokter-dokter spesialis yang ada di sini, dan dokter di sini yang punya kualifikasi.

"Dinkes Papua Tengah, tidak sembarang menyuruh orang mengajar, tetapi narasumber itu mempunyai dokter-dokter spesialis yang berkualifikasi untuk memberikan materi," pungkasnya.(edi/feb)