NABIRE - Seorang sopir taksi yang sudah biasa parkir dipinggiran jalan, kini mengeluhkan tidak ada tempat persiangahan atau terminal baru. Selain itu tidak ada penertiban para penumpang tujuan Moanemani, Waghete dan Paniai. Salah seorang sopir taksi, yang enggan disebutkan namanya membeberkan  beberapa masalah dan penumpang yang tidak jelas, mana tempat atau untuk penumpang Moenamani dan mana yang penumpang Waghete, Paniai. Di terminal sementara Karang Tumaritis sebenarnya bukan tempat terminal, hanya kami ikutin apa yang sudah ada disini, jadi katanya, kami ikut parkir juga disini. Bukan hanya itu saja permasalahannya, masalah porter juga harusnya ditertibkan, mislanya kami mendapat 5 orang atau 6 orang dari biaya tersebut. Perorang Rp.300 ribu terkadang membayar 250.000 dari hasil misalnya 5 orang hasil Rp. 1.250.000 potongannya 300.000 jadi pendatang Rp.950.000 belum ongkos bensin 250.000 dan biaya pos kilo 100, Rp.30 ribu dan di pos Dogiyai Rp.50.000, jadi kami hanya mendapatan bersihnya Rp.620.000. “Kami supir pedalaman taruan nyawa kita dan nyawa orang. Seharusnya yang kami minta bagi pihak-pihak yang wajib bisa menertibkan masalah porter (penagih penumpang) ini,” tandasnya.Kami harapkan kepada pihak berwenang harus menertibkan hal ini dan jangan dibiarkan saja. Penertiban bisa dimulai dari penumpang, sopir angkutan antara tiga kabupaten dan lebih penting porter-porter harus ditertibkan. (ris)