NABIRE - Tujuan dilaksanakannya atau diadakannya Sekolah Lapang Gempa (SLG) Bumi dan Tsunami untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat terkait potensi gempa bumi dan terkait dampak gempa bumi dan tsunami itu di wilayah lokasi SLG. 

Di luar itu, memberikan pemahaman terkait historis gempa bumi dan tsunami yang pernah terjadi di wilayah sekitar lokasi SLG.

"Target kegiatan ini untuk peserta SLG agar dapat memahami potensi gempa bumi dan tsunami di daerahnya dan peserta SLG tidak mudah terpengaruh berita hoaks terkait informasi gempa bumi dsn tsunami," kata pemateri dalam SLG Bumi dan Tsunami, Fajar Rimbawa, di Aula Pemerintah Kabupaten Nabire, Jum'at (17/10/2025) kemarin.

Adapun karakteristik umum gempa bumi, diantaranya gempa bumi belum dapat diprediksi, durasi gempa bumi sangat singkat, dampak gempa bumi berbeda-beda setiap lokasi.

"Dampak yang terjadi gempa bumi, tanah longsor, tsunami, likuifaksi, kebakaran, tanah terbelah. Tsunami dapat diperkirakan waktu tiba dan ketinggian gelombangnya, tsunami tidak selalu didahului surutnya air laut," ucapnya.

Tingkat level ancaman tsunami, sepeti Awas, tsunami diprediksi lebih dari 3 meter, evakuasi secara menyeluruh. Siaga, tsunami diprediksi 0.5 sampai 3 meter. Waspada, tsunami diprediksi kurang dari 0.5 meter, menjauhi pantai dan sungai.

Salah seorang warga Siriwini dan peserta dalam SLG, menyampaikan gambaran penanggulangan dini untuk hadapi bencana gempa bumi dan tsunami, ini sangat penting sekali. 

"Untuk pemerintah daerah melalui BPBD kami sangat berharap, agar ada semacam pengingat (alarm) yang ada di tengah-tengah masyarakat, dan berharap di kepemimpinan Mesak Magai ini agar ada alarm untuk gempa bumi ataupun tsunami," tutupnya.(edi)