DOGIYAI -  Pada hari  Sabtu lalu, tanggal 9 Mei 2015, Pastor Paroki Moanemani Agustinus Jerwuan,Pr melakukan kegiatan ibadah syukur bersamaan pemberkatan Situs Gua Maria di Kampung Tuaida Distrik  Kamu Kabupaten Dogiyai. Misa syukur bersama warga Stase Tuaida dipimpin  Pastor  Paroki  Moanemani Agustinus Yerwuan itu, pastor memberikan kepada umat  tubuh kristus sebagai  kekuatan. Imam  Agustinus Yerwuan, dalam kotbah mengemukakan, Santa Maria adalah wanita yang dipilih oleh Allah sendiri. Allah juga telah memilih dia sebelum dunia dijadikan dan Bunda Maria adalah wanita kampung yang bersahaja, perawan maria  tanpa suami, Ibu Yesus dengan perantaraan roh kudus. Diakui pastor, ini biarlah terjadi menurut kehendakmu, rahimnya yang suci tanpa noda. Hal itu menjadi peristiwa yang luar biasa, dimana Bunda Maria menjadi contah kepada wanita pada jaman itu. Oleh karena itu, Pastor Paroki Moanemani ini, minta kepada umat Stase Tuaida Paroki Kristus Terang Dunia Pueta Distrik Kamu Selatan Kabupaten Dogiyai untuk menjaga situs Gua Maria Tuada  yang  dibangun antropolok Andi Goo bersama umat Tuaida Paroki Kristus Terang Dunia Pueta  itu. Ibadah syukur sekaligus peresmian dengan ditandai dengan penguntingan pita dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Dogiyai, yang kemudian dilanjutkan pula dengan peletakan batu pertama pembangunan gereja oleh Asisten  II Setda Dogiyai, Drs. Anthon Iyowau mewakili Bupati Dogiyai.Mantan kepala distrik Kamu Utara dua periode ini, dalam sambutannya mengatakan, umat Tuaida bersama antropolok Andi Goo sudah  berupaya telah membangun Situs  Gua Maria dan ini sebuah kekayaan  umat setempat untuk  tempat  berziarah dan berdoa. Untuk itu, Anthon Iyowau minta kepada umat setempat juga dari diluar daerah kampung sekitarnya, boleh datang berdoa  “Doa salam Maria termasuk doa bapak kami,”. Selanjutnya, meminta kekuatan dari  Tuhan dan Bunda Maria.Selain itu, Asisten II Dogiyai ini menjelaskan arti dari Tuaida adalah mendamaikan dari berbagai persoalan. Kampung yang identik dengan  bisa mengatasi berbagai persoalan, maka Anthon minta kepada masyarakat untuk tetap rajin bekerja keras, sambil berdoa. Dimana  Umat Tuaida dengan busana tradisional mengantar patung Santa Maria  ke Gua Ikimeisa. Dengan menempuh delapan kilometer dari Paroki Moanemani ke Tuaida Distrik Kamu Selatan. Menempuh jarak yang panjang dan melewati rawa hidup. “Upaya warga umat juga pastor termasuk rombongan petugas gereja  termasuk wakil Pemerintah Kabupaten Dogiyai berjalan kaki selama empat jam. Kita mencapai kepada satu tujuan memang kita bekerja keras berjuang dan tetap berjuang sambil berdoa,” ujar Anthon Iyowau. Sebagai putra asli Kampung Dogimani Distrik Dogiyai Kabupaten Dogiyai ini, Anthon Iyowau mewakili pemerintah menyampaikan terima kasih  kepada pastor juga kepada antorpolok Andi Goo membantu masyarakat membangun situs merupakan sebuah kekayaan warga untuk Gua Maria dijadikan tempat berdoa.Hadir dalam peresmian Gua Ikimesa dan penguntingan juga peletakan batu pertama ini, Ketua DPRD Dogiyai  Thin Iyai, Kabag Humas Setda Dogiyai, Kepala Distrik Kamu Selatan, Pastor Paroki Moanemani dan warga sekitarnya. (don)